Prevalensi penyakit alergi di seluruh dunia meningkat drastis, baik di negara maju maupun berkembang. Peningkatan prevalensi penyakit alergi secara global terus terjadi, dengan sekitar 30-40% populasi dunia kini terdampak oleh satu atau lebih kondisi alergi.
Asma adalah kondisi paru-paru kronis yang memengaruhi saluran pernapasan atau bronkus. Kondisi ini menyebabkan saluran pernapasan menyempit, membengkak, dan menghasilkan lendir berlebih, yang pada akhirnya mempersulit pernapasan. Penyempitan saluran pernapasan ini menyebabkan Anda merasa sesak napas, mengi, atau memicu batuk.
Diperkirakan 30 persen populasi AS mengalami gejala Dermatitis Atopik, menurut National Institutes of Allergy and Infectious Diseases, tetapi penyakit kulit ini lebih umum terjadi pada anak-anak. Gejalanya biasanya mulai muncul dalam lima tahun pertama kehidupan, seringkali enam bulan pertama. Seiring waktu dan pengobatan, seiring bertambahnya usia anak, eksim seringkali akan hilang – tetapi terkadang berlanjut hingga dewasa.
Meskipun belum ada obat untuk bronkiektasis saat ini, ada perawatan yang dapat membantu Anda bernapas lebih baik, membersihkan paru-paru dari lendir, dan mencegah kambuhnya penyakit. Anda dan pengasuh Anda dapat bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan untuk menyusun rencana perawatan dan menemukan alat yang dapat membantu Anda mengelola kondisi Anda.
Batuk kronis adalah batuk persisten yang berlangsung lebih dari 8-12 minggu/lebih dari 2 bulan (1;2). Batuk kronis sering dipicu oleh penyakit virus seperti influenza atau mungkin berhubungan dengan kondisi seperti asma, sinusitis, postnasal drip, dan refluks gastroesofageal (GERD).
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kondisi paru-paru yang menyebabkan saluran udara menyempit dan tersumbat yang pada gilirannya membuat sulit bernapas.
Penyakit yang Disebabkan oleh Eosinofil (EDDs) adalah Penyakit Peradangan Tipe 2 yang dapat terjadi dalam beberapa bentuk. Peningkatan eosinofil memainkan peran penting dalam EDDs. Disfungsi imun eosinofilik bertanggung jawab atas perekrutan dan aktivasi eosinofil dan dapat memicu penyakit ini.
Urtikaria adalah gangguan yang umum. Kondisi ini dapat terjadi pada semua usia, mulai dari bayi hingga usia lanjut. Dua puluh lima persen dari semua orang pernah mengalaminya sekali seumur hidup. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini bersifat akut. Menurut perkiraan konservatif, 1.0% populasi Eropa saat ini menderita urtikaria kronis.
Rinosinusitis jamur alergi (AFRS) adalah kondisi sinus kronis yang disebabkan oleh respons imun yang berlebihan terhadap jamur, yang menyebabkan peradangan, lendir kental, dan sinus tersumbat yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari. Gejalanya seringkali menyerupai infeksi sinus biasa tetapi berlangsung lama dan dapat meliputi hidung tersumbat, sakit kepala, dan kehilangan penciuman.