Kalangan Muda, Sudah Saatnya untuk Bangkit.

anak mudaManusia tidak diciptakan dengan segala ilmu pengetahuan instan. Ketika ia lahir tidak bisa dikatakan langsung paham ini itu. Kecuali yang di izinkan oleh ALlah SWT, yaitu Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad pun belum mengetahui banyak, ia belajar melalui gurunya Malaikat Jibril as. Imam ash-Syafi’i pun terlahir tidak dalam keadaan hafal juz amma. Bill Gates pun tidak terlahir dalam kondisi sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Semua manusia dilahirkan dengan kondisi tidak tau apa-apa. Namun, Allah memberikan nikmat yang luar biasa, yaitu penglihatan, pendengaran dan hati. Dengan berbekal nikmat tersebut, manusia dapat memperoleh ilmu yang banyak.

Tidak semua manusia dengan gampangnya memperoleh ilmu. Berbagai macam tahapan pun harus dilalui. Mantan Presiden BJ Habibie tak mudah dalam mensukseskan hasil penelitiannya untuk di akui oleh Indonesia. Itu butuh proses dan usaha keras. Kita insan muda yang unggul dibanding generasi tua karena luapan semangat mencapai ilmu harus dibuktikan. Kalangan muda saat inilah yang akan menentukan masa depan Negara ini kelak. Pembelajaran – demi pembelajaran harus dimaknai dengan seksama.

Waktu sangat berharga jika dibuang begitu saja. Seperti yang dikatakan salah satu aktivis UI,

mahasiswa terdapat dua golongan, golongan akademis dan golongan pergerakan. kedua-duanya sangat bagus, jangan sampai kita tidak berada di salah satunya. Jikalau kita peggiat akademis atau di bidang yang kita pelajari, silahkan berprestasilah. Jikalau kita merupakan diantara banyaknya aktivis pergerakan untuk menyerukan perubahan negara ini, silahkan aktif suarakan. Tulisan saya kali ini tidak akan mengulas banyak tentang golongan mahasiswa. Tapi saya hanya berpesan jangan sampai kita kecewa terhadap apa yang sudah kita lewati barusan.

Pendengaran, penglihatan dan hati. Tiga nikmat sentral itulah yang diberikan Allah SWT. Pendengaran kita digunakan untuk apa? apakah hanya mendengar gosip-gosip tentang bintang film atau teman sebaya? Penglihatan kita digunakan untuk apa? apakah hanya melihat hal yang tak sepatutnya kita lihat atau kita gunakan untuk melihat sekadarnya? Hati kita digunakan untuk apa? hanya cinta terhadap kekasihkah yang selalu ada di hati kita?

Sangat disayangkan apabila nikmat-nikmat tersebut terpakai sia-sia. Mahasiswa bro ! Bukan mahasiswa jika tidak berusaha untuk intelektual.

Lantas harus bagaimana? Seperti yang sudah diungkap diawal tulisan. Manusia tidak dilahirkan dengan keadaan mengetahui ilmu. Demikian kita. Ilmu mudah diperoleh dari berbagai sumber. Teman, pengalaman, buku, internet dan lainnya. Tidak ada alasan untuk tidak tau apa-apa. Yang menjadi alasan utama untuk tidak tau hanyalah kemalasan.

Saya merasa prihatin ketika melihat teman-teman saya yang jarang membaca buku, yang hanya sekadar kuliah lalu pulang ataupun asik mengobrol tentang lawan jenis dengan teman sebaya. Seseorang bisa bukan perihal cerdas atau bodoh, tapi ini perihal malas atau rajin. Thomas Alfa Edison melakukan 1000 kali percobaan hanya untuk mengalahkan kegelapan rumah kita. Ia tidak cerdas, ia rajin dan tekun.

Bagaiamana dengan kita saat ini? Silahkan renungi dan ayo kita bersama untuk berubah baik. Sukses bersama – sama itu lebih menyenangkan daripada sendiri.

kenikmatan akan berpuisi

Puisi merupakan suatu paduan kalimat yang bermajas banyak, artinya dapat mengandung macam-macam sastra. Melalui puisi kita menggambarkan ungkapan hati yang tak bisa melalui tulisan panjang. Cukup dengan beberapa bait saja.

Puisi pun mudah dibuatnya karena tak perlu pengetahuan luas dan mendetail akan sesuatu. Puisi menjadikan penyair lebih leluasa melayangkan sejuta harapan melalui kata-kata. Tak terelakan puisi bersumber pada kejernihan otak, pikiran dan perasaan. Biasanya puisi seperti itu.

Diantara tokoh-tokohnya adalah W.S Rendra, Wiji Tukul, Chairil Anwar dan lainnya. Saya pun terbuai dengan nikmatnya berpuisi. Meski tak seproduktif dan sekreatif mereka. Tapi ya tak apalah untuk ukuran pemula 🙂

Ayo berpuisi, ayo berbagi dan menambah wawasan dengan puisi.

Mahasiswa Dahulu, Kini dan Nanti

“Jika kau menghamba pada ketakutan,

kita memperpanjang barisan perbudakan”, Wiji Tukul.

 

Semboyan ‘Indonesia Belum Merdeka 100 Persen,’ pernah booming ketika Tan Malaka memobilisasi Persatuan Perjuangan. Saat ini, semboyan tersebut kembali terdengar lantang, baik sebagai retorika favorit para aktivis ketika berorasi maupun dekorasi perdebatan intelektual.

Sejarah menggoreskan tinta catatan perihal gejolak di masa itu. Masa dimana pergerakan mahasiswa bergelora dimana-mana. Secara umum, gerakan mahasiswa terbagi menjadi beberapa generasi, yaitu generasi orde lama, generasi orde baru, generasi reformasi dan generasi demokrasi serta generasi yang akan datang. Tiap generasi tersebut memiliki ciri khas masing-masing. Pada masa orde lama, 1966, gerakan mahasiswa yang semula mendukung kepemimpinan presiden Soekarno tapi menumbangkan beliau dengan berbagai factor salah satunya model demokrasi terpimpinnya.

Orde baru di tahun 1998, seperti diketahui bersama saat itu sedang dilanda kegelisahan, baik kegelisahan akan rezim Soeharto yang seakan “tak pernah menyerah” memimpin Indonesia selama 32 tahun dan krisis moneter yang bertransformasi menjadi krisis ekonomi.Puncaknya demonstran (mahasiswa, buruh dan rakyat sipil) menduduki gedung MPR DPR RI dan mendesak Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya. Tepatnya bulan mei 1998, Soeharto membacakan pidato kemundurannya. Namun, setelah itu banyak aktivis yang hilang dan dibunuh karena hal tersebut. Sebut saja Wiji Tukul yang sampai saat ini, tidak ada yang tau bagaimana keadaannya.

Gerakan mahasiswa yang menggebu-gebu pada dua generasi tersebut seakan kendur seiring berjalannya waktu. Aktivis yang terlibat atau sekedar mengetahui kasus 1998 memilih diam dan tak mau mengusut tuntas prahara yang menimpa rekan seperjuangannya. Apakah ini sebagai awal dari lunturnya kepemudaan dan gerakan mahasiswa?

Di era reformasi sampai kini, kebebasan berpendapat menuai kemerdekaannya. Gerakan aksi turun kejalan semakin bebas dan mudah untuk dilancarkan. Namun, gerakan pada era ini cenderung menurun dibanding era sebelumnya. Lebih soft dan lebih menggunakan hasrat intelektualitasnya. Gerakan mahasiswa tercermin sebagai gerakan intelektual. Memang seharusnya gerakan ini yang diusung melihat background mahasiswa adalah akademis.

Terdapat perbedaan yang sedikit mencolok Antara gerakan mahasiswa kini dan dahulu. Dahulu gerakan mahasiswa begitu didamba dan didukung berbagai kalangan termasuk rakyat. Ketika itu memang gerakan mahasiswa membawa aspirasi rakyat dan menjadi tumpuan distribusi aspirasi rakyat dibanding lainnya. Mahasiswa dan rakyat membaur bersatu padu menyerukan hal yang sama. Namun, kini gerakan mahasiswa menjadi sosok menakutkan tatkala melakukan aksi. Mengapa?

Gerakan mahasiswa kini banyak memilih jalan anarkis apabila aspirasi yang mereka bawa tidak tersampaikan secara baik. Mahasiswa dan petugas keamanan bagai air dan minyak. Oleh karena itu, rakyat enggan atau tidak begitu suka dengan pergerakan masa kini.Read More »

Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 : Peluang dan Tantangan Indonesia

masyarakat ekonomi asean 2015

Indonesia yang tergabung dalam suatu aliansi bertajuk Association of South East Asian Nation atau lebih dikenal ASEAN memiliki satu visi dan misi yang menurut saya belum begitu mensejahterakan rakyatnya. Namun, tak dapat dipungkiri ASEAN memberikan manfaat bagi Indonesia seperti bebas visa ke Negara anggota dan lain sebagainya. ASEAN bercermin pada Uni Eropa yang mendeklarasikan dirinya menjadi satu kesatuan, yaitu warga Eropa. Setelah ASEAN terbentuk, pada tahun 1997 di Kuala Lumpur para pemimpin Negara ASEAN mentransformasikan ASEAN menjadi kawasan stabil, makmur dan berdaya saing tinggi dengan tingkat pembangunan ekonomi yang merata serta kesenjangan social ekonomi dan kemiskinan yang semakin berkurang.

Dirasa kurang jika hanya menjadi suatu kawasan terpadu, pada KTT ASEAN di Bali, Oktober 2013 mendeklarasikan Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA) sebagai langkah untuk integrasi ekonomi regional. Selanjutnya, pertemuan ke-38 Menteri Ekonomi ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia pada agustus 2006 sepakat akan menyusun “suatu cetak biru“ yang terpadu untuk mempercepat pembentukan KEA dengan mengindetifikasi berbagai karakteristik dan elemen KEA pada tahun 2015 sesuai Bali Concord II, dengan sasaran dan kerangka waktu yang jelas dalam mengimplementasikan berbagai langkah serta fleksibilitas yang telah disepakati sebelumnya guna mengkomodir kepentingan  seluruh negara anggota ASEAN.

Pada KTT ASEAN Ke-12,para pemimpin ASEAN menegaskan komitmen yang kuat untuk mempercepat pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015 sejalan dengan Visi ASEAN 2020 dan BALI CONCORD II dan menandatangani Cebu Declaration on Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015,Secara  khusus,para pemimpin sepakat untuk mempercepat pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 dan mentranformasikan kawasan ASEAN menjadi suatu kawasan dimana terdapat aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terampil, serta aliran modal yang lebih bebas.

Dengan demikian, Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan suatu tujuan akhir  dari integrasi ekonomi yang ingin dicapai masyarakat ASEAN sebagaimana tercantum dalam Visi ASEAN 2020, di mana di dalamnya terdapat konvergensi kepentingan dari negara-negara anggota ASEAN untuk memperdalam dan memperluas  integrasi ekonomi. Sebuah perekonomian yang terbuka, berorientasi keluar, inklusif dan bertumpu pada kekuatan pasar merupakan prinsip dasar dalam upaya pembentukan komunitas ini. Berdasarkan cetak biru yang telah diadopsi oleh seluruh  negara anggota ASEAN, kawasan Asia Tenggara melalui pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN akan ditransformasikan menjadi sebuah pasar tunggal dan  basis produksi; sebuah kawasan yang sangat kompetitif; sebuah kawasan dengan  pembangunan ekonomi yang merata; dan sebuah kawasan yang terintegrasi penuh  dengan perekonomian global.

Sebagai sebuah pasar tunggal dan basis produksi, terdapat lima elemen inti yang mendasari Masyarakat Ekonomi ASEAN, yaitu (1) pergerakan bebas barang; (2) pergerakan bebas jasa; (3) pergerakan bebas investasi; (4) pergerakan bebas modal; dan (5) pergerakan bebas pekerja terampil. Kelima elemen inti dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi ini dilengkapi lagi dengan dua komponen penting lainnya, yaitu sektor integrasi prioritas yang terdiri dari dua belas sektor (produk berbasis pertanian; transportasi udara; otomotif; e-ASEAN; elektronik; perikanan; pelayanan kesehatan; logistik; produk berbasis logam; tekstil; pariwisata; dan produk berbasis kayu) dan sektor pangan, pertanian  dan kehutanan.

Saat ini memasuki awal tahun 2014. Hanya tersisa satu tahun sebelum Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Pertanyaan besar menyelimuti saya pribadi. Mampukah Indonesia menghadapi MEA 2015? Terutama dari sisi mahasiswa. Mahasiswa sebagai penerus bangsa harus mempersiapkan diri dengan sebaik – baiknya. Diketahui bersama bahwa MEA bercirikan oleh perdagangan bebas barang dan jasa sesama negara ASEAN.

Bagaimana supaya tetap stabil baik ekonomi, pendidikan ataupun kesejahteraan?Read More »

Who the Next Indonesians Future Leader?

pilpres-2014Indonesia is the largest archipelago country in the world. It’s located between two contingents (Australia and Asia), two oceans (Hindia and Pasific Oceans). Because of that, Indonesia has many great nature landscape.

Now, 2014 is the year that Indonesians President is going to change. The President Election will come. And Indonesians must choose one of the nomine. For this election will be two nominate, there are Prabowo Subianto / Hatta Rajasa and Joko Widodo / Jusuf Kalla. According to me, it’s the full controversy for that nominees. One side says that, other side says that. Complicated.

This article is not direct you to choose someone. And I’m not introducing someone. I ju
st share about everything about this election. As you know, there are about 250 million people will get the blue signs on little finger. July 9th is the historical day for Indonesians. I hope Indonesia have great leader for lead this nation with all of problems. I’m as student has a task that have to follow this situation. Although, the other student didn’t think of this. I choose aware. Because, five minutes we in an election space will five year we choose Indonesia’s future.

Be aware and let’s make this event success and also hope Indonesia will get the real leader not fictive leader.

image source : http://pplndubai.org/

Jakarta Baru | Hidup Baru ?

Map-Jakarta-Baru

Sesosok wanita tua dan lelaki lemah duduk diam mendengarkan dengan seksama nama berikutnya yang akan dipanggil. Tertib antri dan nyaman. Itulah gambaran puskesmas Jakarta kini. Penuh perubahan.

Jakarta dibawah kepemimpinan gubernur baru asal kota ramah, Solo, Jawa Tengah, Bapak Joko Widodo dan pasangannya Basuki Tjahaja Purnama telah berubah menjadi lebih baik meski tidak derastis. Hal itu dapat dirasakan oleh warga Ibukota 1 tahun kepemimpinan mereka. Banyak perubahan dimana-mana, mulai dari pelayanan masyarakat, kesejahteraan warga, kesehatan, pendidikan dan birokrasi pemerintahan. Setahap demi tahap perlahan berubah menjadi lebih baik.

Warga Jakarta memang sudah lama bermimpi dapat hidup di era saat ini, penuh dengan “pelayanan memuaskan” dari pemerintahnya. Tak dapat diragukan lagi, semua ini berkat gebrakan pak Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi. Terima kasih pak !.

Perubahan yang paling mudah untuk bisa diambil contoh, yaitu dibidang pelayanan kesehatan. Warga Jakarta yang kurang mampu kini tak usah semakin pusing jika ingin berobat. Dahulu berobat merupakan sesuatu yang bisa diakses oleh kalangan “borjuis”, tetapi kini siapa pun bisa mengakses pelayanan ini dengan baik dengan syarat mempunyai KTP DKI Jakarta. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menjadi tempat terbaik untuk berobat di Jakarta baru ini. DKI Jakarta menganggarkan hampir 1 triliun untuk bidang kesehatan merupakan langkah baik.

Kalau bicara saja mungkin sulit dipercaya, tapi saya langsung buktikan.

Beberapa waktu yang lalu saya sakit gigi, gigi yang dahulu saya tambal sekarang rusak tambalannya atau bolong lagi. Saya memutuskan untuk pergi periksa ke dokter gigi di puskesmas. Hampir setiap puskesmas ada dokter gigi sendiri, keren kan ! :D. Ketika itu saya di puskesmas Mampang Prapatan, Jaksel. Saya dahulu juga pernah di periksa di dokter gigi praktik di rumahnya (sebelum puskesmas ada dokter gigi) dan biayanya mahal !. Ketika itu saya cabut gigi, tau biayanya berapa? Saya lupa, yang pasti mahal hahaha.

Namun, di puskesmas semua perawatan, obat, dan pencabutan adalah gratis tanpa sepeserpun keluar untuk membayar biaya pengobatan. Cukup dengan memberi fotokopi ktp DKI pada saat registrasi dan membayar tagihan.

Di atas semua kemudahan dan kebaikan pelayanan kesehatan yang dialokasikan oleh pemerintah DKI Jakarta, ada satu hal yang perlu dititik beratkan, yaitu warga DKI gampang ke puskesmas. Artinya sakit sepele seperti gejala flu, pusing, demam ringan yang semestinya bisa dirawat dirumah alias tanpa ke dokter, kini pergi ke puskesmas. Jadi, sakit sedikit langsung ke puskesmas. Hal inilah salah satu penyebab mengantrinya di puskesmas. Memang tak bisa dilarang, ini adalah hak setiap warga untuk berobat. But, over all now Jakarta better than before.

Selain kesehatan, bidang pendidikan pun tak kalah berubah menjadi lebih baiknya. Bagi warga Jakarta yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi tak usah ragu atau khawatir mengenai biaya pendidikan. Sudah ditanggung pemerintah melalui program Jakarta Pintar. Namun, Kartu Jakarta Pintar hanya bisa dipergunakan sampai bangku SMA. Kalau kuliah tidak bisa tapi ada bantuan pendidikan lain lagi untuk kuliah, so don’t worry to get your best study.

Perubahan juga dilakukan di bidang transportasi. Minggu lalu, tepatnya tanggal 16 Oktober 2013, Pak Jokowi baru saja meresmikan pembangunan kembali MRT dan Monorail Jakarta. Mudah-mudahan sukses pembangunannya dan selesai tepat waktu – 2016 ! haha

Jakarta dengan begitu banyak perubahan yang diusung, semoga saja tak hanya berhenti sampai masa kepemimpinan Jokowi, melainkan bisa diteruskan oleh pemimpin Jakarta selanjutnya apabila Jokowi sudah tak menjabat DKI-1. Semua program-program tersebut dapat terlaksana dengan baik melalui bantuan semua elemen masyarakat jakarta mulai dari pemerintah, dewan rakyat dan rakyat itu sendiri. Dengan harapan Jakarta baru bisa hidup baru.

Perlu ditekankan, tulisan ini bukan bagian dari pencitraan atau kampanye suatu pihak, melainkan kepuasan dari seorang warga DKI Jakarta.