When I heard about my Supervisor like, how he made the other workmates angry and didn’t like how he lead, I alarmed my self. It was about talking with time and behavior to adapt with his leadership style. For the other leaders that I had lead by them, now I cannot kill two bird in one stone. I had to keep my mental and thinks stronger than before. In the end of my time work in here, he switches to be ‘warmer’. I had a farewell treat by him!. How it can? How we change his style or maybe he changes based on his new team? Okay, I will tell you.
Kurang lebih 15 bulan saya bekerja bersama orang Jepang. Saya ditempatkan di suatu project yang melibatkan mereka, sebuah perusahaan tambang multinasional hasil joint venture antara Krakatau Steel dan Nippon Steel and Sumitomo Corporation, Japan. Selama saya bekerja disana, telah banyak mengubah How to think efficiently and effectively dan terutama dicipline & communication!. Sebelum saya bergabung, saya masih mengikuti kebiasaan kita yang membuat janji untuk bertemu di jam sekian, tetapi kenyataannya tidak sebanding dengan perjanjian. Namun, entah kenapa kini saya takut untuk terlambat dan merasa sangat malu jika terlambat. Selain itu, saya juga berterima kasih kepada para senior dan lingkungan saya dahulu semasa aktif di Organisasi kampus, tekanan mental datang dari berbagai penjuru. Sedikit banyak saya sudah terbiasa berada dibawah tekanan yang diatas rata-rata yang saya terima di pekerjaan.
Perjalanan saya dimulai dari tulisan berikut: Pencarian itu selesai.
I have arrived at this office as my second time, because the first time I only introduced by H.R manager to IT team before officially join in this remarkable peoples. In the first two months I had a preparation for Oracle Certified Associate (OCA) Java and Database. At that time, I was monitored by my Supervisor. I create a schedule in a day for study. I also did a dummy test each day and report. Huft…! If you interest to read my experience about OCA test, click here for JAVA and here for Database.
Kami memiliki java framework buatan sendiri. Jadi mengharuskan saya untuk belajar lagi melalui beberapa tugas yang diberikan. Ngak sulit sih, konsepnya sama dengan framework pada umumnya. Semakin kesini, tugas semakin banyak dengan level kesulitan semakin meningkat. Stuck pernah? Sering haha Tapi jika stuck, saya biasanya mengalihkan pikiran ke yang bukan pekerjaan terlebih dahulu. Jika sudah tidak ada solusi lagi, barulah berdiskusi dengan supervisor. Tim saya berbeda perlakuan dengan tim yang lain, jika tim yang lain tidak mengharuskan untuk mengisi laporan harian (waktu dan aktivitas), saya harus mengisi itu sebelum pulang. Merepotkan haha
Saya dan teman setim sebisa mungkin kami selesaikan tugas yang diberikan tepat waktu dan sesuai dengan ekspektasi. Setiap bulan kami ada rapat bulanan yang membahas progress pekerjaan, mulai dari tugas yang sudah selesai, tugas yang terlambat selesai, sampai langkah perbaikan apa di bulan depan. Dan akan ada grafik nilai yang tercipta, apabila stagnan atau tidak ada peningkatan kinerja dalam lima bulan terakhir, siap-siap dapat surat peringatan.
Namun, hal itulah yang terkadang bisa jadi booster kami karena takut kalau nilai kinerja buruk. Saya terus coba mempertahankan dan meningkatkan performa. Akhirnya ngak bisa dihindari juga saya dapat Surat Peringatan pertama karena hal yang saya rasa memang harus saya lakukan. Ada user masuk ke ruangan IT, beliau konsultasi mengenai kliennya yang tidak bisa menggunakan sistem karena belum teregistrasi di database. Beliau tunggu disamping kursi saya, dan saya langsung melakukan sesuatu supaya klien dia bisa masuk ke sistem. Berhasil lah setelah saya registrasi di database.
Keesokan harinya, saya dipanggil oleh supervisor saya dan ditanya kenapa saya melakukan (registrasi) tanpa sepengetahuan dia atau supervisor lainnya. Oiya, di perusahaan kami, saya / Indonesian member tidak diperkenankan untuk masuk ke database tanpa izin dari atasan apapun itu alasannya. Salah saya karena tidak komunikasi dengan atasan. Sudah saya berikan alasan konkrit dan memang seharusnya dilakukan, tapi tidak ngaruh sedikitpun. Saya tetap menerima surat cinta itu hehe. As time goes by, I work more careful and don’t care if user directly request something to me. I will suggest him to request as procedure.
Saya mulai diskusi alot dengan supervisor membicarakan hal sepele. Ada satu momen dimana saya dan teman saya deploy (menerapkan perubahan ke sistem produksi) tapi tidak sempurna, masih ada hal yang harus diperbaiki (bukan dari kode tapi dari server). Perbaikan hanya bisa dilakukan di waktu yang user tidak banyak menggunakan sistem karena sistem akan dimatikan sementara. Dicarilah waktu yang cocok. Pada saat itu juga berhubungan dengan Hari Raya Idul Adha – otomatis libur tapi di Jepang tidak libur. Oleh karena itu, deploy ulang dilakukan oleh tim di Jepang. Setelah deploy berhasil, sistem harus dicek apakah ada kesalahan/sesuai ekspektasi. Karena saya libur, bagaimana saya bisa mengecek sistem yang harus pakai akses jaringan private kalau tidak terhubung ke jaringan itu?
Besoknya, ada email yang isinya bertanya kenapa saya tidak memonitor. Sudah saya jelaskan dan berakhir tanpa kejelasan setelah lebih dari 15 tektok jawab via email (karena doi ada di Jepang). Intinya apa? Komunikasi lagi. Japanese menganut budaya HORENSO, Lapor, Komunikasi, Diskusi. Yang secara otomatis saya juga menganut itu di kehidupan diluar pekerjaan.
At the end I work here, a day before he leave to Japan. He asked me about my free time after office. Ngapain nanya begituan dalam hati saya. Ternyata dia ngajak makan bareng setim di restoran manapun di kota Cilegon. Oke fine, kita habiskan uangnya hahaha. Ketika dalam makan, saya coba berusaha cairkan suasana karena kaku banget kalo di kantor. Kami saling bertanya tentang kehidupan pribadi seperti keluarga sampai kenapa orang Jepang pada betah banget kerja di satu perusahaan aja. Setelah selesai, keluar untuk saling berpamitan. Dan disitu terlihat betapa kakunya doi, ngajak saliman tapi kaku banget haha.
Wisuda.
Banyak yang saya pelajari dari budaya kerja orang Jepang. Bagaimana mereka begitu menghargai waktu sampai ke menit tingkat ketepatannya, cara berkomunikasi yang efektif, dan kerangka berpikir yang kritis serta detail oriented. Satu hal yang saya suka adalah cara mereka menerangkan suatu hal. Misal ada masalah di sistem, kita tidak hanya mencari solusi saja, tetapi harus tau dulu akar permasalahannya dimana.
Thank you. ありがとう ございます. Terima kasih.
