Setelah kurikulum merdeka, pelajaran sejarah SMA/Sederajat menyusut dari 17 jp (Kurtilas) menyusut menjadi 6 jp (Kurikulum merdeka)
Berikut lembar sejarah berdarah yang hilang:
-Tread-
Twitter, do Your Magic ๐
Adik saya diperkosa. Pelaku mmaksa mnjadi pacar dgn ancaman video/revenge porn. Slama 3 thn ia brtahan penuh siksaan.
Prsidangn dipersulit, kuasa hukum & keluarga sy (korban) diusir pngadilan. Mlapor k posko PPA Kejaksaan, malah diintimidasi.
-Utas-
Lagi duduk-duduk tiba-tiba rombongan mahasiswa dari Bandung datang nyanyi halo-halo bandung, semua orang berdiri tepuk tangan. Salutlah kita mereka datang jauh-jauh. Bohong kalau dibilang mahasiswa tidak bergerak, oplet dan minibus berjejer dari kemenpora sampai senayan park.
Ambil contoh satu kasus, Nadiem Makarim dengan bangga bilang dirinya menghapus Ujian Nasional.
Tapi terbitlah Asesmen Naaional. Mndptkn tepuk tangan dn apresiasi. Tp sy dikirimi foto ini sm guru di daerah terpencil. Hal-hal semacam ini kami sampaikan ke kementrian.
Guru-guru melakukan demo untuk membela bu Supriyani. Saat demo pake mobil Camat. Mobil camatnya ditembak. Camatnya dicopot dari jabatannya. Maaf ya pak Camat yang baik, bapak sebenernya baik. ๐
begini amat ya mau belain guru.
Berhenti menormalisasi tentara yang mengajar di sekolah dengan dalil keterpaksaan atau kedaruratan. Ada ratusan ribu lulusan FKIP/LPTK setiap tahun, ada ratusan ribu calon guru yang tidak kunjung diangkat. Distribusi yang gagal bukanlah keberhasilan.
Para guru dikirim ke