Pinned
Setelah pagi berlalu menitipkan pilu dan senja membilasnya lewat lembut tatap jingga. Kini biarkan malam mengambil alih perasaan: mengerang dalam renungan, menumpas kelam kenangan.
.
Mengingat lagi yang pernah berarti, terutama diri: yang lupa tertawa pasca ditikam kecewa. Sebab







