ㅤㅤㅤ
I kissed him goodbye on the lips. My lips lingered a bit longer, knowing that it’s gonna be the last time i tasted Axel’s lips before i pulled away and we parted ways.
ㅤㅤㅤㅤ
Jemari Elijah mengetuk-ngetuk kemudinya, sebab ia bosan. Tidakㅡia gelisah, tak sabar bertemu dengan pemuda jenama Anchio itu. Suara pintu yang dibuka membuatnya refleks menoleh ke arah sisi penumpang, disambut dengan kehadiran pemuda yang sedari tadi ia tunggu.
Elijah juga turut menoleh ke arah Rosanne, mengerjapkan matanya beberapa kali, tidak tahu apa yang Rosanne pikirkan.
“𝘌- 𝘦𝘩 𝘊𝘢!” Ia tiba-tiba saja panik ketika lawan jenisnya itu tanpa ragu memainkan wajah rubah nan lucu itu. Syukur tidak digigit.
ㅤㅤㅤ
One fateful evening, i decided to met Axel to talk. My voice trembled with uncertainty, but i know for sure this was the best for us.
“𝘟𝘦𝘭, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘫𝘢 𝘺𝘢?” I lowered my head, couldn’t look him in the eye.
ㅤㅤㅤㅤ
Dengan meminta tolong pada orang sembarang yang sedang berlalu lalang, Elijah kemudian mengambil posisi di depan photobooth untuk berfoto bersama kawan-kawannya.
“Cheese dulu cuy.” Ujarnya memberi aba-aba.
𝘤𝘦𝘬𝘳𝘦𝘬𝘬!