⠀⠀
⠀⠀
ㅤ Kartika angkuh, acuh tak acuh.
ㅤ Candra mengeluh jua mengaduh.
ㅤ Surya menabuh hingga melepuh.
ㅤ Aku pun rapuh dan rubuh.
ㅤ Terus menanti cahaya,
ㅤ sembari terus bersimpuh.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
⠀⠀
⠀
Menggantung sebuah bungkusan berisi beberapa hadiah kecil untuk @sabirulautan.
: Maaf, terlambat. Seluruh doa baik untuk Lassa. Selamat ulang tahun, adik kecilku.
⠀
⠀
Balada Raniya yang sakit perut, Ramona yang lemas (oleh hal yang dirahasiakan), dan Seta yang cuma bisa meledek keduanya bersama alunan musik galau padahal enggak galau.
⠀
️
️
️
"Ya, pastilah," ia hanya mengedik bahu meski tiba-tiba terjebak sekelebat masa lalu. Matanya kini pusatkan perhatian pada lawan bicaranya, memindai untuk mendapatkan jawaban paling mendekati.
"Hm ... Arsitektur? Mukamu kayak tukang gambar."
️
️
️
⠀
Pusing.
Jam menunjukkan hampir dua dini hari, tetapi kepalaku rasanya bising. Padahal, aku sudah tidur selama sebelas jam, sampai tanganku kram terlalu lama memeluk guling.
⠀
⠀
Masalahnya, aku adalah manusia dewasa. Pejuang kartal dan giral yang kadang ingin jual ginjal. Sayangnya, sih, enggak halal.
Ya, sudah. Mari kita makan cakwe ini pelan-pelan sampai perut terganjal.
⠀
⠀
“Don’t waste your words on me, if you’re going to let me know about it.”
The words slipped out, sharper than I meant them to be. I kept my eyes fixed on the gray line of the horizon, on the dull clouds that hung heavy and low. Anything but him.
⠀