user avatar
Rio Johan
@riojohan
Pembual-bual cerita: Aksara Amananunna (2014) Ibu Susu (2017) Buanglah Hajat (2020) Rekayasa Buah (2021) Karavansara (2022) Orang Keren Tidak Menengok (2023)
Holy Kingdom of Harmonia
Joined December 2009
  • Pinned
    user avatar
    Sekali-sekali promosi buku. :) Ada yang sudah baca? Paling suka yang mana? @penerbitkpg @bukugpu @sastragpu
  • user avatar
    Jeblok nilai Rupiah dibahas di Le Monde, media terkenal di Prancis. Tulisan itu bilang program makan siang gratis yang kacau balau itu sebagai salah satu penyebabnya. lemonde.fr/economie/articโ€ฆ.
  • user avatar
    Unpopular opinion: "1 KAKAK 7 PONAKAN" is a classic case of "over-explaining emotions" aka "emotional manipulation" in Indonesian cinema, as if the audiences do not have the space or the capacity to appreciate subtlety, to appreciate implied emotions. 4/10. No hard feeling.
  • user avatar
    Oke saya sudah nonton beberapa episode "Emily in Paris", dan sebagai orang yang tinggal di Paris, walau baru 2 tahun hampir 3, kurang lebih begini pendapat saya soal setereotipe-setereotipe Paris di serial itu (yang klise dan berlebihan).
  • user avatar
    Baru dapat kabar panas dari KBRI Prancis, silakan disebarkan atau ditanggapi. KBRI prancis menekan orang Indonesia yang terlibat di film produksi Prancis ini. Ceritanya, kurang lebih, mengkritisi segala jenis korupsi-korupsi terkait bisnis minyak sawit. youtube.com/watch?v=ldE9URโ€ฆ
  • user avatar
    Aku dari awal nulis gak pernah musingin label "sastra" atau "bukan sastra". Tulis aja apa yang mau kamu tulis. Kalau kamu mau tulis cerita remaja, tulis. Mau tulis cerita detektif, tulis. Mau tulis fiksi ilmiah, tulis. Mau tulis cerita soal eek, tulis.
  • user avatar
    Replying to @riojohan
    Konsep cerita "anak-anak/anak muda ditinggal orang dewasa dan dipaksa jadi dewasa dan mengurus adik-adik/keluarga" ini bukan baru, dau "1 KAKAK 7 PONAKAN" bukan yang pertama. Aku paling suka "NOBODY KNOWS"-nya Hirokazu Kore-eda.
  • user avatar
    Replying to @riojohan
    Katanya, salah satu penyebabnya, pemerintahan Prabowo kacau ngatur anggaran. Dan program makan siang gratis itu contohnya. Dibilang sama Le Monde, "Itu program yang niatannya baik, tapi sangat mahal secara finansial."
  • user avatar
    Tidak ada IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Kalau Pesantren, Masjid, tidak ada IMB, tidak ada perhitungan keamanan/keselamatan = JALAN AJA, LANJUT! Giliran umat agama lain, semua syarat dan surat-surat terpenuhi = DIPROTES BANGUN TEMPAT IBADAH!
    Anda kenal Ponpes Al Khoziny. Pesantren tua, tapi manajemennya baru. Senin sore. Pukul tiga. Ratusan santri sedang salat Asar berjemaah di musala. Tempat suci. Tapi tempat itu berubah jadi kuburan beton. Bangunan tiga lantai itu ambruk. Korban jiwa. Luka parah. Semua karena apa?
  • user avatar
    Aku bukan penulis terkenal, tapi kalau ada kawan-kawan yang berdiam di rumah dan butuh semacam hiburan berikut cerpen-cerpen yang pernah kutulis dan dimuat di beberapa media:
  • user avatar
    Bu, kok nggak disebut apa yang dibilang jurnal itu soal kenapa angkanya tinggi? Ini dikutip dari jurnal yang sama: "The model postulates that sexual minorities are at risk of health problems because they experience aunique, chronic stress as a result of their minority status."
  • user avatar
    Jalan-jalan selanjutnya: Oslo. Lebih banyak bangunan modern dengan gaya aneh-aneh.
  • user avatar
    Replying to @erock23233 and @ShacaYada2
    In that case Vietnam should've at least 1 million cases to make it equal with US. But no, wait, Vietnam wins.
  • user avatar
    Replying to @osunichi
    Iya, soal akting dan desain produksinya emang bagus banget, sinematografinya juga. Sayang aja pendekatan yang dipilih sutradaranya terlalu menjelas-jelaskan menurutku.