critical & contemporary studies enthusiast. grad student in applied psychology & novice researcher. everything will work out cause i'm insanely persistent. ❤️🖤
Hello! This is some brief information about my account. ALTHOUGH I usually yap about my personal life but these topics are also my forte.
Anyway, I mainly use ID & EN, but I am also comfortable with JP. Suit yourself!
Twit spekulatif & silakan dibantah, tapi bapak ini keras banget ke Jokowi, namun lembek ke Prabowo. Semata-mata karena bias "saling kenal sudah pasti mengkritik di belakang" (infonya tetanggaan jg)
Dgn spirit exposing politicians yg sama, Prabowo deserve the same humiliation.
I beg to differ. Kalo perumpamaanmu kan performatif karena uang tiket tetep masuk ke Coldplay, kalo hadir sebagai undangan paling bikin rezim punya ilusi bahwa invitee = part of them, yg justru, coba Gustika 'bantah' dengan kebaya hitamnya. Kurasa gitu 🤔
Di video kan bocor suara anak Animasi teriak beberapa kali di bangku audiens pas Gibran nanya "di sini ada jurusan apa aja?", dan emang ga digubris kok ama dia 😂
Lu bikin film ableist, dicallout malah tutup kuping. Satu sisi lu juga kritik pemerintah dgn stance terang-benderang.
Ibaratnya Ko, elu nyari periuk dari (mostly) kaum progresif, tp ketika ada diskursus soal film yg lu bikin, lu ga duduk bareng penonton lu.
Ya silakan cabut.
Kalo lo dive deeply enough, lo akan sadar tren menhera adalah kombinasi jahat dr misogini dan ableisme cowo-cowo Jepang.
Those mf wants to date BPD women to heal them only when it's convenient. Romantisasi serupa jg diarahkan ke visible disability dan chronic illness lain. Tega.
studi kasus yandere/menhera/coquette toxic
warna yg lucu (pink/pastel) digunakan utk:
- meyakinkan dirinya bahwa dia baik2 saja,
- meyakinkan dirinya bahwa ia adalah orang baik,
- meyakinkan orang lain bahwa dirinya adalah orang baik
(bisa salah satu/dua/tiga)
Gue akan pake kasus KDM maksa vasektomi ini sbg ajang blocking chain figur feminis kaya raya tone deaf yg ga napak tanah. Kuncinya ada di "kontrol pemerintah terhadap keputusan pribadi masyarakat", dan kalo mereka ngeluarin opini yg classist, lepehin aja. Anak Papi tau apa.
Orang-orang ini gak sadar ya? Kalo kebijakan KDM ini dinormalisasi, kita tinggal tunggu waktu perempuan juga kena. Bisa jadi, “perempuan wajib menikah & punya anak dulu baru bisa dapat beasiswa & melanjutkan pendidikan”. Sekali negara masuk ranah privat, mereka gak akan berhenti.
Yah, inimah gue juga ngga setuju sih. Semarah apapun dia sbg owner, dan sepaham apapun gue kalo dia bukan orang Psiko, ngga semua fenomena itu harus dikaitkan secara patologis. Sama halnya sama tren ngecap ini-itu NPD. Inimah ableist namanya, ga semua penyintas sebangsat Army.