Wake up fellas, new stigma against muslim has just dropped:
"Orang yg 5x dalam sehari sholat di masjid yg sama adalah pengangguran dan gak kemana-kemana."
This CAME from someone who denied the existence of Islamophobia within Muslim majority nation btw. Ironic innit?
Karena soshum dianggap gak guna, makanya 58% dari Indon merasa tidak apa-apa hukum konstitusinya diacak-acak. Pembacaan dan pandangan terhadap apa yg dialami masyakarat dipersempit jadi sekedar:
"Ya harus kerja keras dong"
"Yang optimis dong sama negara kita"
Orang-orang Minangkabau zaman dulu (Pre-independent Indonesia) beneran communal banget ya. Kalau semisal ada satu anak di kampung yg beneran punya potensi, mereka akan patungan untuk menyekolahkan anak tersebut. Contohnya Muhammad Hatta & Tan Malaka.
✅️ Prof. (HC) Dr. (HC) Khalid Basalamah
✅️ Dr. (HC) Raffi Ahmad
Alumni UIPM, eh bisa disebut alumni bukan sih?
Netijen juga lagi rame nyari kampus UIPM di Bangkok, Bekasi, hingga di USA. Hasilnya bikin wow melongo. Melongo bukan takjub sih, tapi karena ga ketemu kampusnya
Readers added context
Thread ini mengandung disinformasi.
Ustadz Khalid Basalamah -hafidzahullahu- mendapat gelar S3 (DR.) dari Universitas Tun Abdul Razak Malaysia, resmi melalui proses akademik, BUKAN melalui penghargaan gelar kehormatan doktor honoris causa (DR. H.C)
en.wikipedia.org/wiki/Khalid_Ba…rla.sch.id/dewanpenasehat/
Low literacy rate in Indonesia isn't because of that.
Book prices? Not quite affordable
Public spaces? Barely exist
Time? Most of us work from MON to SAT
Public Libraries? Unavailable/close early
Good public transportation for reading on? Only exist in Jakarta.
Most welcome.
Orang luar ngeselin ya, i mean OP as an Indonesian and she tweeted that as an Indonesian. Tapi bule2 pada sok iye saying "it's already normalized" or "oh right, normalized performative activity"
Bruh, this is Indonesia with a low literacy within their people -_-
Gak usah jauh-jauh waktu saudara SMP bang. Masih inget kok gimana akrobat mental orang-orang sini pas beberapa tokoh Indonesia menolak atlit sepak bola U-20 asal Israel buat main di Indonesia dibilang "lebay", padahal our founding father kita sebagai bangsa berkata seperti ini:
Alasan kenapa rasul terakhir diturunkan diantara Bangsa Arab itu gak sederhana macem "Orang Arab bar-bar". Justru beberapa ulama menjelaskan karena superioritas jalur keturunan dan kekayaan linguistik Bahasa Arab.
Makanya, Belajar agama sendiri > Fanatik sama timnas sepak bola.
"Tau kan kenapa Nabi diturunin di Arab, karena mereka..."
Gw dari kecil denger kalimat ini dan ga habis pikir, pada ga sadar klo ini rasis bgt?
Ga ada yg berani nyalahin ajarannya, tapi karena harus ada yg disalahin, jadi nyalahin rasnya atau bangsanya
Mr. Widodo's low English proficiency wasn't his primary downside, mate. It was his 0 effort to even have a stage at the UN during his tenures. Che Guevara, for instance, didn't give his speech in English. Yet, he still captured the global attention. Now, go connecting the dots.
Gilasih. Petani dan peternak dibilang pekerja WFH. Saya sampe kaget. Kok bisa gitu mikirnya. Saya memang heran dengan gimana orang-orang berpikir kadang.
Masih speechless coy.