Jujurly baru kali ini PLTS (energi surya) di Indonesia dapet spotlight WOW dengan target 100 GW.
India dengan National Solar Mission (target sama) perlu waktu efektif ~11 tahun.
Kita bisa 5 tahun? 3 tahun? 2 tahun?
Semua anggota timku di kantor (9 orang yg direct supervision), adalah Gen Z. Indirect supervision lebih banyak, karena > 60% staf di kantor under 30.
Aku bisa bilang, managing Gen Z itu lebih susah dibanding managing (up & down ya) millennial & boomers.
Mau tau aku belajar apa?
Kelas 5 SD, mendiang bapakku nanya kenapa aku bisa ranking satu.
Kujawab, karena rajin belajar.
Lalu bapak cerita panjang kalo aku bisa rajin karena gak perlu bantu ortu kerja, makan bergizi, listrik ada, sekolah dekat (gak harus jalan sekian km).
Masih kuingat sampai kini.
EH JADI PENASARAN!!
Sharing dong apa yang membuat kalian terbuka matanya tentang perspektif kelas dan kemiskinan struktural (ini perintah, bukan ajakan!!)
I wanna learn more and moreeee, I'm thirsty for moreee
Manteman, aku kerja di nongovt organization (NGO). Banyak development jobs di NGO yg nggak ada maksimal usianya; baik lokal atau internasional.
Portal lowongan yg cukup lengkap: devjobsindo.org
Boleh bagikan infonya ke bapak dan ibu ini kalo kenal?
Kisah Pasutri Paruh Baya Berjuang Bersama Mencari Kerja di "Job Fair" Depok
Wajah Dini (42) dan Supono (48) tampak begitu lelah. Pasangan suami-istri (pasutri) baruh baya itu terduduk lesu menghadap ke arah gerombolan muda-mudi yang hadir dalam Bursa Kerja Depok,.
Aku pake panel surya udah > 2 tahun dan tagihan listrik turun ~65%. Tapi, sentimen netizen ternyata banyakan negatif lho terhadap panel surya.
Kata kunci paling negatif: korupsi, supply, kompetisi. Komennya juga seputar “sulit” dan “mahal”.
A 🧵 dari “sales panel surya” ⬇️
Dua suku dari Papua, Awyu & Moi, mendatangi gedung Mahkamah Agung di Jakarta Pusat. Mereka melakukan ritual adat dan doa dengan tujuan Mahkamah Agung mengabulkan kasasi mereka sehubungan gugatan hukum melawan pemerintah dan perusahaan sawit.
MA menjadi harapan terakhir mereka
Raja Thailand Bhumibol (yg udah meninggal) itu cinta pertanian. Jor-joran mendukung pokoke.
Ngajak rakyatnya pensiun nanem opium, bangun infrastruktur, minta univ berinovasi cari varietas unggul, permudah akses ke pasar/pembeli.
Sistem Jual Beli Hasil Pertanian Di Thailand didesain untuk mensejahterakan Petaninya.
Selain itu, petani juga mendapat subsidi pembelian angkutan dan mesin2 pendukung untuk mengelola lahan. Ini cara pemerintah Thailand untuk menstabilkan harga pangan di dalam negeri.
Di abad ke-17, ada satu hasil alam Indonesia yang harganya per gramnya sama dengan emas.
Ia hanya tumbuh di satu pulau. Dan ketenarannya harus ditebus dengan nyawa hampir semua penduduk di sana.
Pala, rempah mahal itu.
Dan “kutukan” pala itu terulang kembali.
Kamu tau nggak kalo ada perusahaan ‘nasionalis’ di Salatiga yang serius banget pake energi terbarukan?
Juni 2023 kemarin produksinya 100% pakai energi surya dan REC (sertifikat energi terbarukan dari PLN).
Namanya PT Selalu Cinta Indonesia (SCI).
Aku iseng naik bus dari Brussel ke Luxembourg di Februari 2020.
Sampe terminal di sono, nggak ada mesin beli tiket. Nanya supir bus, “Get in, buses are free for all!”
Ternyata public transport gratis, FOR EVERYBODY.
Pemerintah gak mau studi banding? 🤣
luxembourg.public.lu/en/living/mobi…
Hutan memiliki umur dan linimasa “suksesi” (alami), dari tanah doang (bare), ke semak-semak (shrub) sampai hutan tua (klimaks).
Dari tanah kosong sampai hutan muda aja perlu waktu 20- 25 tahun. Jadi jika IKN asalnya hutan dewasa, maka kita perlu nunggu min. 50 tahun.
Ada profesor filsafat di Harvard yg keras banget mengkritik meritokrasi sampai dia nulis buku yg intinya bilang merit itu tirani.
Dan bahwa merit itu sulit sekali dipisahkan dari kondisi ekonomi.
✅ Ini nggak sesederhana kaya vs miskin
✅ Merit ada sisi gelapnya: mereka yg