Kenapa kukel?
Gue udah mumet ajasih sama kutek, di sini lebih enak aja buat slow living gitu kan. Sudut pandang gue sama manusia di kutek, pocin, dan kober itu ya balik lagi ke uang gitu. Karena kalo kata ir soekarno kan aku kembali ke kukel kepada cintaku yang sesungguhnya.