I used to disagree with "kelas unggulan" system. Tapi sekarang ngerti kalo pengelompokan kelas bedasarkan kemampuan itu memudahkan siswa untuk belajar dan guru untuk mengajar
Seharusnya ga begitu. Pengelompokan berdasarkan level kognitif bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan belajar tiap siswa. Siswa yg kecerdasannya lebih tinggi punya cara dan kebutuhan belajar yg berbeda dengan yg kurang cerdas
Kalau ini udah bahasannya ke minat bakat ya. Orang yg minat dan bakatnya sama jg pasti punya kemampuan belajar yang berbeda. Ada yg cepat belajar, ada yg lebih lambat
Kalau dicampur, yg lebih cerdas cenderung bosan belajar karena menyesuaikan kecepatan teman2nya yg kurang cerdas atau yg kurang cerdas keseret2 belajarnya karena susah menyeimbangkan kecepatan teman2 yg lebih cerdas. Ya sayangnya emang penerapan sistem ini blm berjalan dg baik