Dari isi suratnya, ini aslinya si ortu gak pengen buang anak mereka tapi karena satu dan lain hal jadi di "titipin" terus pas masalah/urusan si ortu udah selesai, anaknya bakal diambil lagi. Gini gak sih?
Pak Juli ini menurur gue idealnya seorang ASN. Harus berani kritik pemerintah karena mereka yang menjalankan operasional regulasi dan kebijakan yang dibuat, termasuk ASN yang ada apa-apa bakal kena imbasnya. ASN serve the nation and the people, not the government.
Riset sendiri pakai metode penelitian apa? Kuali atau kuanti? Cara ambil datanya gimana? Ngolah datanya gimana? Enteng bener cuma modal "aku pernah jualan di Malioboro" langsung ngecap pakai angka 99%.
Kalau punya anger issues itu berobat ke psikolog/psikiater/dokter spesialis kejiwaan, bukannya malah marah marah di twitter nantangin orang sana sini. Gampang bener kepancing sama orang yang cuma ngecein lo.
Notes for the HR, kalau cari pengajar jangan dibatasi hanya dari PTN itu itu aja, cari juga dari PTN yang punya jurusan pendidikan, karena ngajar itu bukan cuma perkara menyampaikan teori, tapi masalah pedagogi dan perkembangan peserta didik juga harus diperhatikan.
Hampir 2 juta/bulan?! Gile, laki gue aja kalau rokok gak sampai 500K/bulan, itupun gak pernah nyentuh duit gue, selalu pakai duit jatah jajan dia sendiri.
Teh, believe me aku pernah bertanya ke dia hal yg sama tentang kontribusi dia, tau apa habis itu? Chat grupnya dia beberkan ke publik, dia doxx aku dan beberapa orang yg ikut kritisi dia. Sampai bubar projectnya. Habis itu makin yakin kalau dia cuma pengen dekat ke penguasa.
Gapapa, saya pengen tau aja dia risetnya kayak gimana dan metodenya gimana. Sebagai orang yg betahun tahun bergelut di bidang riset dan kajian, ke-trigger saya begitu liat dia ngeluarin angka persentase berdasarkan hasil riset yg katanya dia lakuin sendiri.
Padahal kalau macam gini, titipin dengan cara baik baik aja, sowan ke pengelola pesantrennya. Kasian weh adek bayinya kalau main disimpan begini mah :(((