ᅠᅠ
Selamat pagi, linimasa. Hari ini saya mengetuk kembali pintu November, dan seperti yang kita ketahui, sebagaimana pertemuan selalu datang membawa hangatnya, maka perpisahan pun akan ikut berjalan di belakangnya.
ᅠᅠ
Teringat pagi tadi ada yang meminta pelukan, lemahnya Abang justru jadi kekuatan untuk ayah. Ayah akan usahakan seluruh gundah Abang mereda. Badai di hati Abang akan ayah tiupkan pergi. Demi kebahagiaan terkecil Abang, ayah akan kuat selamanya.
Abang, kamu anak yang luar biasa hebat. Ayah sayang kamu tanpa syarat, dan apapun yang kamu lalui, kamu ga pernah sendiri. Ga akan pernah ayah biarkan kamu seorang diri, disini ada ayah. Selalu ada ayah. @sivmples
Terima kasih, Abang, telah menepi sejenak dari badai pekerjaan yang menggulung tanpa ampun, demi berlabuh di dermaga hati ayah yang lama menanti. Di tengah riuhnya gelombang tanggung jawab, Abang masih sempat memetik rindu yang bergelayut di dahan waktu. @sivmples
Boost hari ini yang sangat indah. I didn’t even know it was possible for a woman to look this beautiful right after waking up—honestly, I’m stunned, because you’ve completely redefined my idea of morning beauty.
Kalau dunia terasa berat, ingat ya Abang, ayah selalu ada jadi sandaran. Anak ayah ini kuat, meski terkadang lelah juga itu ga apa-apa. Karena anak ayah bukan robot, lelah itu pasti ada. @sivmples
Kehadiran Abang selalu menjadi pelita dalam senja ayah, menyalakan hangat di sela-sela hari yang sepi. Meski hanya sebentar, kebersamaan bersama Abang selalu bagaikan oase di tengah padang gersang, menyirami hati ayah yang haus akan kasih dan kebersamaan.
Ayah bukan rumah yang megah, hanya pondok tua dengan pintu yang selalu terbuka. Tapi kalau itu cukup untuk Abang sebut “pulang”, maka ayah sudah lebih dari cukup. Arah Abang mungkin selalu ga menentu, tapi ayah tau, itu bagian dari badai yang mendewasakan Bumi.