Setelah memulai membaca novel "Drama Mangir" karya Pram, diriku menyadari bahwa antara sejarah dan sastra itu sangat bias. Kuntowijoyo sbg seorang sejarawan sekaligus sastrawan, membuat artikel yg luar biasa dengan membahas perbedaan fundamental antara sastra dan sejarah.
Tolol. meskipun sebagian ada,tp itu cm satir aja sih. Kebutuhan sehari-hari (manufaktur) kita berasal dri proses distribusi melalui supir2 itu. Cuma sopir truk? Tanpa mereka, kau gabakal bisa menikmati apa yg kau nikmati sekarang. Merasa kaya dikit, udah belagu aja. Tolol.
Di Indonesia, profesi-profesi yang fundamental justru jarang diberi apresiasi. Seperti contoh petani yg selalu mencukupi kebutuhan pangan hingga buruh yang membuat berbagai barang manufaktur. Mereka seharusnya mendapat apresiasi yang layak, sebab tanpa mereka kita bisa apa?