Pinned
Arief
3,666 posts
Undergrad. Evolutionary biologist in progress. @evoina_org
- Kaget, ikan coelacanth tertangkap di Gorontalo kemarin. Ini kasus langka banget, belum tau ke mana dibawa spesimen ini, apakah dikasih ke institusi kelautan lokal atau univ Sam Ratulangi. @MongabayID bisa coba liput
- Contoh evolution in action yang bisa ditemukan di Indonesia, ikan buta. Ikan buta biasanya adalah ikan yang dulunya punya mata, tapi akibat tinggal di tempat yang mata ga dibutuhkan, mata itu jadi ga berguna dan hilang tereduksi. Ini disebut sebagai struktur vestigial.Please say hi to Barbodes klapanunggalensis, a new troglomorphic barb endemic to the cave network in the Klapanunggal karst system in West Java! Who would’ve thought discovering a new species just about an hour from Jakarta and from your own home?! zookeys.pensoft.net/article/135950…
- Replying to @coelacanthuss and @darilautIDUpdate: Kabar baiknya, spesimen ini sudah diamankan oleh peneliti setempat, jadi tidak dikonsumsi. Berharap bisa buat bahan studi selanjutnya 🫶
- Replying to @t_yudehis and @MongabayIDYes, cuma di Afrika dan Indonesia bagian timur. Kalo di Afrika sering kena tangkap, tapi di Indonesia masih jarang. Terakhir ditangkap tahun 2019 di Raja Ampat.
- Replying to @coelacanthuss and @darilautIDKabar baiknya Prof. Kawilarang Alex Masengi dari univ Sam Ratulangi—salah satu peneliti Coealacanth, sudah dapat kabar terkait spesimen ini. Cuma belum ada kejelasan bagaimana nasib selanjutnya spesimen ini
- Replying to @Abe68855 and @MongabayIDGa bakal tahan juga di permukaan dia. Dulu banyak peneliti Amerika pengen bawa ikan ini ke akuarium, sampe di permukaan udah mati
- Bunga Rafflesia ini kasus yang sangat bagus untuk evolusi lho, wak. Banyak fenomena evolusioner yang bisa dilihat dari bunga ini. Misalnya, Rafflesia itu ga bisa fotosintesis lagi, genom kloroplas-nya hilang, melakukan transfer gen horizontal, etc.#Review: Most of the world's largest flowers (genus #Rafflesia) are now on the brink of #extinction Pastor Malabrigo Jr., et al. 📖 nph.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/pp… #LatestIssue @thorogoodchris1 @adriane_tobias @wileyplantsci
- Replying to @arielyonatan and @MongabayIDRasanya itu kurang enak kalo dimakan, banyak wax ester dia, minyaknya juga. Rasanya hambar
- Replying to @coelacanthuss and @darilautID• Nama Coelacanth (dibaca si-la-kanth) itu dari dari Coelacanthus, spesimen pertama yang udah punah, dikasih nama oleh Louis Agassiz tahun 1839. • Dulu dianggap udah punah. Tahun 1952, nelayan di pulau Comoro, Afrika ga sengaja nangkap spesimen hidup.
- Replying to @diptherium and @MongabayIDKemungkinan memang ada populasi kecil, mengingat laut timur Indonesia itu potensial untuk coelacanth
- Replying to @coelacanthuss and @darilautID• Penemuan itu pertama dikasih ke Marjorie Latimer, tapi karna beliau bukan ahli ikan, dikasihlah ke J. L. B. Smith. • Smith buat studi taksonomi, lalu dikasihlah nama Latimeria chalumnae tahun 1939—Latimeria berasal dari nama Marjorie Latimer, Chalumnae nama sungai.
- Replying to @coelacanthuss and @darilautID• Banyak ikan ini ditemukan di Afrika tok, jadi banyak ilmuwan ngira mereka sisa di sana. • Tahun 1997, ahli biologi Mark Erdmann yg lagi bulan madu ama bininya di Manado, suatu pagi jalan-jalan ke pasar, nemu Coelacanth di pasar. Diteliti lebih lanjut. • Dipublish di Nature
- Replying to @ndaru1972 and @MongabayIDYa Darwin salah, penemuan paleontologi modern banyak mematahkan konsep living fossil, coelacanth apalagi. Bukti genetik dan fosil menunjukkan kalo mereka juga ikut berubah










