Pengen ngetweet tentang beasiswaku karena banyak yg nanyain 😭😭
Bentar yaa, kalau udh kosong aku balesin yg masalah beasiswa. :)
Would be Happy if i can share my experience and perspective.
Sehari sebelum defense prof ngajak meeting hanya untuk bilang “how about continue to stay in Korea and apply for permanent resident here?”
Ga boleh pulang 🤣🤣
I have choices to come back to Indonesia tho, but i just simply chose not to. So, i will continue in Korea lol
Feb 14, 2025.
Officially a PhD in Medicine, major Clinical Pharmacology.
Won the Academic Excellence Award (대상) and the first international student at my university to do so.
This is all for you @primawansatrio
Thank you for everything you have sacrificed for me. I love you 🫶🏻
Persis sama kaya Prof gue ketika gue ceritain dokter residen ga digaji.
“Terus makannya gimana?”
“Ya makanya nabung dulu, Prof.”
karena di Korea, resident itu digaji walau belum sebesar konsulen.
Terus dia tambah bingung pas tau udah ga digaji, ada batasan umur pula buat daftar
gue bilang lagi umr jakarta 5jt tapi banyak guru dibayar ga sampe 500rb rupiah sebulan.
"그럼 어떻게 먹고 살아?" (trus orang2 gimana nyari makan?)
"그러니깐요??????" (YA KAN??????)
PhDone!!!!
🎓🎓🎓
Finally aaaaaa~~
Happy banget pas denger “the committee has decided that you passed and qualified to get PhD in Medicine. Congratulations, Doctor!”
Bener2 merinding banget pas dibilang “congratulations, Doctor.” 🥺
Sekedar info juga, beasiswa master-PhD saya gaada kaitannya dengan pemerintah ataupun pajak Indonesia hehe
100% beasiswa saya (sampai selesai dan biaya publikasi juga) itu dari pemerintah korea melalui grant yg dikasih ke professor saya 😂😂
Jadi gaada kewajiban untuk pulang.
Lab gue kan tentang TB, dan kita di korea ada kerjasama sama Indonesia untuk project terkait precision dosing in anti TB drugs. Ketika korea butuh 22 RS untuk bisa ngumpulin 2000 pasien TB dalam 5 tahun, Indonesia cuma dari 1 RS doang udah dapet 1000 pasien 🥲
Dari sblom Bill Gates dateng juga kasarnya dari 10 orang Indonn ada 11 yang udah terinfeksi TB. Tinggal nunggu imunnya turun aja, full blown jadi penyakit aktif TB.
Dan program penanggulangan TB dah ada dan aktif sejak bertahun².
Media nggoreng dan nggiRing gak nanggung².
Haha iyaa gapapa kaak, mungkin saya overproud, ya bisa jg. But i am really proud of myself i can survive all of those hard training from my supervisor. Perbedaan pendapat tuh biasa ko di akademia. Thank you buat kritiknya ya kak, good luck juga buat kakak kedepannya. 😊😊
Hahaha kaak 🤣
Banyak yg lebih unggul dari saya itu jelas, tapi saya udh cukup bangga dengan diri saya yg bisa menyelesaikan combined master-PhD dalam 4.5 thn dan 11 publikasi di Q1-Q2 :)
I got some international awards tho. 🤷🏻♀️
It was not an easy journey, and i finish my PhD. Lol
Ini dijadikan alasan sama prof saya, karena saya perempuan maka mental saya harus lebih kuat, jadi menurut dia apa yg dia lakuin ke saya itu belum ada apa2nya dibanding dunia luar nanti yg harus saya hadapi karena saya perempuan. Dia bilang he is helping me to be stronger :)
Adalah professor aku pas aku bilang aku udah 30 tahun jadi harus cepat-cepat persiapan ppds.
Terus dia bilang “kamu itu masih muda banget loh. Saya ppds usia 42 tahun.”
Mohon maap beda peraturan negara prof.. 🙏🏻🥲🥲
Pagi hari dikagetkan kakaotalk dari prof nanyain ada apa di Indonesia? Wkwkwk
Ternyata berita demo kemarin sudah sampai ke Prof.
Berakhir dinasehatin kalau semua itu sementara. Nanti juga bisa menjadi lebih baik.
Sepertinya beliau menerapkan standard korea untuk kasus ini. 😂
Mendapatkan dan menyelesaikan PhD ga mudah ^^
Saya harus berhadapan dengan 10 professor saat sidang dan semua memberi score lulus tanpa syarat. Alhamdulillah publikasi saya hampir semua di Q1, dan award 4 kali best abstract di inter conference.
Itu bawa nama Indonesia loh kak.