Mau pamer dulu tulisan yang berhasil di tulis sepanjang tiga tahun terakhir. Tulisan ini mungkin masih remahan tapi semoga bisa jadi hiburan kalian menikmati waktu luang. Silakan datang jika butuh bacaan fiksi gratis.
Efek yang diterima beda:
Anak cowok -> wah, mama hebat ya. bisa kuat gitu. Aku mau deh punya istri kayak mama.
Anak cewek -> aku berpotensi mengalami hal serupa, tapi aku nggak sekuat mama. Aku bukan mama. Aku takut. (apalagi kalau ditambah bapaknya jahat).
Makin takut kawin.
Aduh. Aduh. Aduh. Dulunya aku pikir semua laki2 seperti bapakku yang kalau anak istrinya sakit selalu ditengok di kamar, dipegang keningnya, ditanya mau apa. Ternyata, gak semua bapak begitu. Ada yang pas anak istrinya sakit nggak peduli. Ternyata banyak.
Dia jadi penyanyi lho. Dan waktu itu lewat di feed ig aku, ada yg komen, 'Sayang banget keluar dari isilop.' Dijawab sama bang norman yang intinya dia jauh lebih bahagia sekarang, nggak ada beban.
Jumlah manusia miskin yang berbuat rusak lebih banyak, tapi dampak kerusakan dari satu orang kaya, bisa membuat lahirnya banyak masyarakat miskin. Mereka lupa itu.
Di jawa ada benang tiga warna, tapi bukan tridatu namanya belang telon (seingatku ya), biasanya buat ditaruh di perut bayi. Dan yang memakai bukan cuma orang hindu doang, orang muslim atau kristen kalau masih percaya adat biasanya pakai.
Dan jangan lupa dalam pernikahan 'anak' seolah hanya jadi tanggung jawab perempuan -> perempuan gak bisa punya anak -> laki cari pengganti (masih mending gak dicerai)
laki nggak bisa punya anak -> perempuan diminta bertahan (kalau pergi artinya durhaka sama suami). Anjing emang.