"Oke." Aku tak bertanya lagi lalu fokusku ada di menu, menurunkan ponsel dan menyapa pelayan.
"Pagi, saya mau ice matcha latte, dua cake manis yang best seller dan ice latte. Untuk pembayarannya minta ke yang punya gedung ini. Sebentar lagi dia turun." Ucapku singkat.
WhatsApp / Hubby.
✓ ohiya jangan nanti diinjak, dipikir kamu po li ci tidur.
✓ hihi aku lagi makan, mau lihat senyumanku nggak?
✓ iyaiya, jauh sama kamu harus mode kalem.
Lalu melepaskan diri memegang kedua tangan di setir dan menginjak gas keluar dari parkiran menuju perjalanan.
Selama di jalan aku sengaja tak mau mengajak Aria berbicara, aku ingin anak itu memejamkan mata dan tidur.
I offer my prayers for Fiya's swift recovery. May she regain her health and resume her passion for baking, producing the most delicious donuts in large quantities, as many as one hundred thousand pieces. May she find the focus and determination to achieve this goal. Ameen.
Meski hal itu tidak menggangguku—Aria tetap terlihat manis di mataku. Aku mengusap dagunya, menoleh ke kiri dan kanan. Mencari box mandiku mengabaikan telinga bulu yang mengikuti arah kepalaku tentunya.
@traenare
Sebuah tamparan menyadarkanku. Sangat sakit. Aku terbangun dengan napas tersenggal dan pipi yang basah oleh air mata.
Ibu memelukku erat dan aku membalasnya tanpa mengatakan apa pun. Jadi yang tadi itu bukan nyata, kan?