Kemampuan bahasa asing memang bakal membukakan kita ke lebih banyak kesempatan (studi, kerjaan dll), lebih banyak bacaan (buku, artikel dll), dan aku bakal selalu siap jadi tim hore buat siapa aja yang sedang belajar bahasa asing apa pun. 🥳🥳💪🏽
Pertanyaanku (ke diriku sendiri selama ini), sejago-jagonya kemampuan bahasa asingku, apa iya para penutur asli bahasa itu bakal otomatis lebih terbuka untuk mendengarkan argumen dan opiniku? Atau justru aku perlu waktu lebih lama buat membuktikan ke mereka kalau argumenku layak didengarkan? Jangan-jangan di mata (kebanyakan) mereka aku bakal selalu jadi "si orang asing yang tentu saja harus paham bahasa kami"? 🤔🤔
Itulah kenapa aku enggan mendewakan bahasa asing secara berlebihan (apalagi kalau sampai meremehkan bahasa pertamaku). Aku dewa-dewakan bahasa B, C dkk juga, para penutur bahasa B, C dkk mah bakal sebodo amat.🥲
Aku bersyukur, dari dulu, di sela-sela keasikan dan kepala mumet belajar bahasa asing, aku gak pernah kehabisan wadah dan cara untuk bisa menikmati seru-seruan pakai bahasa sendiri.
(≧ ◡ ≦)
