Krisis Kejujuran Akademik (Sebuah Utas)
Beberapa praktek-praktek ketidakjujuran atau kekurangjujuran akademik di kalangan akademisi di Indonesia.
Arief Anshory Yusuf
3,553 posts
Indonesian economist. Live in Bandung.
- OK. Banyak yang kaget dan setengah tidak percaya (atau tidak merasa :)) kalau dibilang bahwa keluarga yang total pengeluarannya diatas 20.7 juta perbulan adalah kelompok 1% pengeluaran tertinggi. Wajar-wajar saja sih kaget. Ini alasannya (Sebuah utas).
- Tiga Universitas di Jerman ini kalah ranking QS nya dari beberapa PT di Indonesia, tapi Nobel Prize winners nya banyak dan jumlah publikasi di top jurnal nya kelasnya beda.
- Kemampuan anak kls 7 tahun 2014 (dalam numeracy skills) setara dengan kemampuan anak kls 4 di thn 2000. Bukan kemajuan yg kita dapat, kemunduran. 14 tahun kita kemana saja? Keluar dari middle income trap nampaknya hanya mimpi. @Kemdikbud_RI sciencedirect.com/science/articl… @dsuryadarma
- Kuliah Ekonomi Mikro 2 Besok Jum'at jam 13:30 saya buat asinkronus. Mahasiswa bisa mengakses bahan-bahan dan pre-recorded lecture. Fokus dulu ke perjuangan.
- Banyak orang tidak tahu bahwa salah satu syarat jadi profesor di Indonesia adalah kita tidak boleh 'bosenan'. Jangan ganti minat di tengah jalan.
- Teriring salam saya untuk kawan-kawan dosen yang terwakili oleh si bapak berbaju putih di ilustrasi ini. Doa saya bersamamu.
- Saya jelaskan ya, mengapa kedua gambar ini konsisten dengan terpuruknya (pengurangan jumlah/proporsi) kelas menengah di Indonesia dan atau susahnya nyari pekerjaan yang layak di negeri kita sekarang-sekarang ini. (Utas [1]).
- Mengapa kita cenderung menyangkal jika kita masuk kelompok top income? (1) Kita hidup dalam ‘gelembung’. (2) Self-serving bias: kecenderungan mengaitkan keberhasilan dengan faktor internal (usaha sendiri, kerja keras dll), padahal ada faktor eksternal (bantuan org lain, luck)
- (1) Ucapan Selamat (agak telat) kepada mahasiswa tahun ajaran baru di seluruh Indonesia. Sebuah utas. Pertama. Selamat karena sebentar lagi (dalam 3-5 tahun) anda kemungkinan besar akan menjadi salah satu dari pekerja dengan gaji 10% tertinggi se-Indonesia. Tidak percaya?
- Kunci keluar dari Middle Income Trap adalah keluar dari institusional trap. Harapan itu mulai menghilang membaca situasi sekarang.Untuk keluar dari middle-income-trap, kita harus mengakselerasi institusional reform, kalau tidak kita akan terjebak dalam middle-income institutional trap. Source: Jose Antonio Alonso (2020): tinyurl.com/2p9du6y8
- Silahkan search kata kunci “Kampret”, “Cebong” dan “Jembut” di situs ISSN BRIN akan anda temukan tiga nama jurnal yg dipublikasikan oleh publisher yang sama. issn.brin.go.id




















