user avatar
PDF
@akarliar
cuitan sehari-hari
Panopticon
Joined November 2009
  • Pinned
    user avatar
    Mengasihi tanpa mengasihani, menggenggam tanpa mencengkram, menuntun tanpa menuntut; mari sama-sama belajar menghargai tanpa menghakimi.
  • user avatar
    Lg di angkot, ada anak cerita sama ibunya. "Ma, maaf gagal lagi dpt kerjanya. Masih jd pengangguran." Ibunya jawab, "Kamu belajar ikhlas ya. Selama mama kuat, mama anterin kamu ngelamar di manapun. Kamunya jg harus kuat." 😭
  • user avatar
    Manteman, it's okay menjalani hidup yg biasa aja. Makan, tidur, main, kerja. Ngeluh, nangis, ketawa. Dianggap shallow & gak punya pencapaian. Dianggap medioker & gak ikut tren jamak. Gak apa. I feel you. I see you. You're not alone. Yuk, kita jalani hidup ini dgn suka dukanya.
  • user avatar
    Jadi sepupuku dah 2 semester mandek skripsi. Pas ku tanya alasannya, ternyata dosen pembimbingnya merobek draft skripsi dia di depan dia dan teman-temannya. Dia jadi malu, ngerasa rendah diri, dan belum berani bimbingan lagi.
  • user avatar
    Bukan, bukan pernikahan yg menakutkan. Tapi adanya kemungkinan bahwa seseorang yg kita cintai dan yakini utk menghabiskan hidup bersama berubah menjadi orang yg tidak kita mengerti dan tidak mengerti kita.
  • user avatar
    Cerita indah ttg WHV kerja di Aussie termasuk gaji besar & kualitas hidup tinggi udah banyak bgt di medsos. Aku mau share cerita buruknya berdasarkan pengalamanku saat WHV jadi bisa dapat helicopter viewnya.
  • user avatar
    Tadi ketemu temen SMP dan ngobrol lama bgt. She's OK with me sharing our conversation. Orangnya baik dan sopan, cuma agak tertutup. Gak well-spoken. Terakhir kami ketemu itu kayaknya tahun 2010-an sebelum KKN. Dia cerita dia baru nikah setahunan sebelum pandemi ini.
  • user avatar
    Ketemu kolega lama orang Belanda yg baru kelar riset di Ibukota. Terus ku tanya pengalaman paling berkesan apa. Dia jawab, "experiences of poverty, corruption, and unnecessary lengthy bureaucracy." 🥲
  • user avatar
    Some people find their comfort in the aloneness simply to protect themselves.
  • user avatar
    Hidup minimalis di tengah masyarakat konsumeris itu susah ya. 'Ditanya' knp pakaian itu2 aja, knp gadget gak ganti, knp ngantor pake sepeda, dsb. Kita terbiasa ngukur kebahagiaan dgn kepemilikan barang. Jd kl ada yg merasa cukup dgn sedikit brg dianggap gak bahagia.
  • user avatar
    Kalau ketemu warung seperti ini, tolong larisin ya teman-teman. Dulu ibuku buka warung kaya gini dan aku kebagian jaga juga. Aku tahu benar rasanya, ada pembeli satu atau dua aja sangat berarti.
  • user avatar
    Seminggu ini nyoba kombinasi intens: 1. Olah rasa (ibadah, journaling & baca) 2. Olah raga (gowes, lari, & yoga) 3. Kerja (buat bayar ini-itu) 4. Tidur (minimal 6 jam/hari) 5. Bikin konten Hasilnya, sungguh menyenangkan & menenangkan karena energi habis ke alokasi seharusnya.
  • user avatar
    Barusan ada klien nanya, "Loh knp umur segini blm punya rumah sendiri?" "Masih nyari rezekinya, Pak." "Terus knp msh tinggal sama org tua?" "Mumpung masih ada orang tua, Pak." Trs dia diem. Kl km udah dewasa & memutuskan ttp tinggal sama ortu, ya gpp. Itu bukan aib, kok :)
  • user avatar
    Jd bu-ibu di gang rumahku lg pada ngumpul ngomongin kucing mereka. Beberapa malam terakhir ini kucing-kucing pada keluar pkl 2 pagi sambil ngeong barengan. Satu malam ada ibu yg iseng ngecek keluar. Katanya, dia ngeliat kucing2 pd ngeongin cewe daster merah rambut panjang 😭