ketakutan temen-temen minoritas etnis & agama atas isu intoleransi hadir karena mereka yang mengalami langsung polarisasi agama dan etnis pada masa pilkada. apalagi isu polarisasi ini cukup panjang sejarahnya, traumanya lintas generasi. tolong banget jangan diinvalidasi ๐๐๐
Aku dapet teguran Kamis malam kemarin soal kata-kata di postku yang kurang bijak. Setelah kami (aku dan teman-teman komunitas menulis) menggali runutan fakta, aku akan coba susun kronologi dari data yang dikumpulin ya. #JusticeForTiwi
halo, ๐๐ผ
selamat malam
kenalkan aku tinon, kerja di bps, senior-nya tiwi
mau konfirmasi maksud dari tweet kamu..
maksudnya gimana ada indikasi pengaburan fakta dari institusi?
ini informasi darimana?
intinya enggak mau anaknya autis, kan? daripada menyebarkan informasi yang sifatnya fear-mongering (belum ada konsensus terkait faktor tunggal penyebab autisme), mending kita sama-sama bertanya, kenapa sih banyak orang enggak pengen anaknya autistik?
sampe skrg belum ada yg berani nyeruin "hidup queer yg melawan", padahal komunitas kalian gerak dan lebur bareng sama semuanya. Harusnya kalian udah punya ruang aman untuk itu. besok siapapun serukan itu, ya. Aku support jawab "hidup" paling kenceng.
sebagai penyandang disabilitas, aku mau menambahkan โ perjalanan menuju kesetaraan bagi penyandang disabilitas cuma dapat tercapai apabila masyarakat menghargai keragaman secara umum, termasuk seksualitas.
Lu ENAK ngomong gitu mbak, nyatanya value tertentu menciptakan anak2 yg defensif/auto benci ngeliat orang yg beda dari dia.
org2 LGBT dan disabilitas yg udh ngerti rasanya dibully dr kecil tanpa alasan jelas cuma ingin generasi selanjutnya gk se sengklek gen sblumnya๐คทโโ๏ธ
CALLING TO ALL INTERNATIONAL COMMUNITY, JOURNALIST & MEDIA โ
Please tag foreign influencers, journalists, media, etc. We need the world to watch, support and stand in solidarity with the people of Indonesia ๐ฎ๐ฉ
cc: @barengwarga@BudiBukanIntel@logos_id@neohistoria_id
saya tahu ini begitu petty tapi gemes banget ngelihat ngab ngab sastra berbicara soal self-cencorship/anti-intelektualisme karena kritik perempuan soal male gaze, tapi ketika buku-buku queer ditahan karena laporan ormas kok gak menunjukkan kepedulian yang sama ....
sebagai perempuan autistik, aku menyayangkan diskusi mengenai pengalaman @chiruubii (dimana batasan pribadi dia jelas dilanggar) enggak mengedepankan hak dan dukungan yang dibutuhkan baik bagi individu autistik & perempuan dalam beraktivitas di komunitas.
Sebenernya gw pengen banget menjelaskan tentang orang ini, yang gw rasa ini orang baik, cuman memiliki pemahamannya sedikit berbeda dengan yang lain, karna gw sempet ketemu dia beberapa kali. Cuman gw mencari kata-kata yang baik agar tidak semakin jauh/menggiring opini.
komunitas LGBTQ+ menyuarakan kepedulian mereka kepada kemerdekaan palestina merupakan bentuk solidaritas atas sesama kelompok rentan yang memperjuangkan hak mereka. enggak ada hubungannya sama "menebeng isu" dan "cari simpati masyarakat".
Mungkin perlu dibedakan antara LGBT sbg orientasi seksual & sbg komunitas. Kalau mau dukung Palestina, orang LGBT hrsnya jangan pake label LGBT. Jatuhnya jd kyk "nebeng/menunggangi" kekacauan & berharap simpati. Mirip partai yg ngasih bantuan ke korban gempa tp bawa spanduk. ๐
mau mengingatkan, bias-bias negatif terkait disabilitas enggak lahir dari ruang kosong. ucapan negatifโyang bahkan bisa dibilang diskriminatifโlahir di ruang di mana enggak ada sistem dukungan yang baik untuk komunitas penyandang disabilitas dan caregivernya.
Bikin tenda di jalur Guiding-Block untuk saudara2 Disabilitas ini konsepnya gimana ya smart people?
Pada zalim ke yg berbeda pandangan, masa iya zalim jg ke saudara2 Disabilitas?
Fakta #2: 1 Agustus
Jenazah Tiwi dikebumikan. Dari pihak instansi, Tiwi diantar oleh beberapa kolega. Pihak instansi lalu meminta keluarga Tiwi untuk menandatangani surat perjanjian untuk TIDAK melakukan autopsi dan TIDAK menuntut pidana kepada pihak instansi. #JusticeForTiwi