Hi, Raditya here.
Through this message, I’d like to share that today marks the end of my journey as a talent. It has been such a meaningful ride, filled with moments, connections, and warmth I’ll always carry with me.
Mereka adalah anugerah yang aku syukuri. Papa, dengan tenangnya yang seperti pelindung dari badai. Selalu hadir menenangkan, bahkan saat aku sendiri tak tahu harus bagaimana. Dan Dede, dengan cerianya yang seperti matahari kecil, menghangatkan sudut hati yang sempat beku.
Segala lelah luruh, segala syukur mengalun lebih indah. Di bawah langit yang sama, dalam doa yang saling menggenggam, semoga Ramadhan kali ini membawa lebih banyak berkah dan kasih yang tak bertepi untuk Bapak dan Abyan.
Di meja makan sederhana, hangatnya kebersamaan lebih berarti dari apa pun yang tersaji. Dalam tawa ringan, dalam percakapan yang mengalir tanpa perlu dipaksakan, Ayah menemukan rumah yang sesungguhnya.
Semoga rumah ini selalu menjadi tempat yang ramah untuk pulang—tempat di mana cinta bertumbuh tanpa takut, dan bahagia tak harus disembunyikan. Tempat di mana kita saling menjaga, tanpa pernah lelah menjadi rumah bagi satu sama lain.