My Thread of Thread๐ป๐ป
My rant about books that I read, writing journey, anime rant, K-drama, podcast, writing class.
I write in Indonesian and English depend on my mood too. ๐
Gen-Z model begini udah kutandain karena aku bagian Recruitment, ga akan kuizinin masuk di kantorku. Kalau ada teman HR yang nanyain soal medsos checking, akan kusodorin thread ini. Oya, tentu kuscreenshot dulu dong, misal diapus. Alasannya? Here I tell you...
Banyak orang tanya, mengapa dalam kurun satu tahun ini aku jarang publish tulisan? Singkatnya karena berada di kampus toxic (UMM)โgedung jelek, dosen jarang masuk, birokrat penjilat, dllโitu sungguh menguras tenaga.
Iseng-iseng coba tes SNBT, eh lolos, bye kampus durjana (UMM).
Jadilah Japanese Translator/Interpreter, kamu bisa menyala di Indonesia atau Jepang, kawankuu. Kerja freelance juga banyak. Temanku udah 3 tahun freelance aja, cewe, tiap tahun traveling. Tahun lalu ke Busan, tahun ini ke Labuan Bajo, dan nonton konser Blackpink๐gen sandwich jg
Sebagaimana yang sudah sempat disampaikan di sesi webinar lalu, yang banyak loker di Jepang dan biasa menerima orang asing itu:
โข Engineer (IT, Mechanical, Chemical, Electrical, Civil)
โข Translator JP-ID/EN
โข Life support related (TSK/Kumiai)
โข Recruiter (Agency)
โข ALT
Di kampus lama, si bocah ini juga udah mendapat ilmu, terlepas fasilitas yang dia keluhkan, melawan sistem itu bukan dengan menjelekkan nama kampus dan dosen, melawan sistem itu kalau elu masuk BEM lalu berdialog dengan birokrat kampus dan change the system.
Bahkan, saat udah masuk dunia kerja, sejelek-jeleknya sistem kantor lama, tutup buku itu dan ga perlu diungkit di kantor baru. Jelek-jelek begitu, dulu pernah ngasih duit yang bantu bayar cicilanmu. Ini juga berlaku untuk apapun termasuk tempat kuliah.
Yang kuliah sastra jepang aja belum tentu lancar ngobrolnya apalagi jadi interpreter karena masih tinggal di sini. Makanya, aku sering ditanya orang Jepang setelah tahu aku bisa dapat N2 tanpa pernah ke Jepang gimana cara belajarnya.๐คฃJawabannya, fukushuu-yoshuu sampe GERD
Bener, Mas. Belajar bahasa baru sampai fluent di negara yang hari-hari masih pake bahasa ibu ini sejujurnya susah banget haha. Emang perlu dedikasi yang super serius buat belajar bahasanya ๐
Kenyataannya, ga ada universitas yang sempurna. Mau swasta atau negeri. Kalau kebacut jelek sistemnya dan butuh suara viral untuk perubahan, its okay, inget kasus UKT UI? Nah, itu hubungannya hajat orang banyak soalnya. Beda kalau preferensimu aja beda.
Kamu nggak suka sama ruangannya yang sering kotor, ya udah pindah aja. Ribuan dan jutaan orang lulus dari mantan kampusmu, tidak mempermasalahkan soal itu. Kamu nggak suka? Ingin ubah sistem? Majulah ke tangga birokrasi untuk dialog, bukan nge-rant di medsos. Tong kosong.
Filsafat seharusnya membantumu berpikir lebih dalam dan juga memahami konteks. Belajarlah untuk strategic, ga cuma menggunakan filsafat buat mikir-mikir rebel tapi lucu di action. Ga suka, ya pindah. Ada yang ingin diubah? Do something to the root cause, not 'curhat di medsos'
Kalau bahasamu cenderung penuh kemarahan, coba cek apa saja yang kamu serap selama ini, di luar materi kampus. Udah pernah kutulis secara serius di linkedin
Ngakak banget "Mending kalau tajir, ini pada miskin'', bayangin udah biayain diri sendiri aja kagak sanggup, nyuruh istri patungan hidupnya, entar habis punya anak minta istrinya patungan duit+masak+melayani suami+langsing+cantik. Udah tampang biasa, kere, nglirik cewe lain๐ญ
CARA MULAI BELAJAR BAHASA JEPANG BASIC OTODIDAK
#langtwt
Konbanwa, akhirnya aku mau mulai utas sesuai hasil vote. Aku belajar awal dulu ikut les, tapi setelah lulus N2, aku catat yang bisa kulakukan misal belajar sendiri.
(Note)
Foto seremonial pas lulus N2 di Konjen Jepang
Pretty privilege+privilege family+excellent track record in education and career+elite networking= level up lady who can marry high value man.
Maudy Ayunda sets the bar so high and it suits her. Her mom is a strategic lady with provider and supportive dad. Good example.