Apakah benar kami gemar menakut-nakuti bahaya kerusakan lingkungan, krn itu dilabeli wahabi lingkungan oleh pejabat PBNU? Sila download laporan UN berikut ini.
Harga beras sdh tembus 16.000an, bukannya fokus ngurus problem pangan, presiden dan menteri2nya malah sibuk kampanye. Bener2 nggak punya hati nurani kalian para oligark.
Sedih sekali lihat ini. Ini jg menunjukkan betapa bahayanya beragama tanpa ilmu.
Bagaiamana hukumnya membatalkan sholat untuk menolong org yg sdg dlm bahaya?
Utas
Siapa yg hrs tanggungjawab lambang NU dibuat bahan ejekan?
Tdk ada yg lain, selain Gus Yahya. NU jd bulan2an ejekan nitizen krn kegagalan kepemimpinan Gus Yahya dlm menjaga marwah NU. Indikasinya berikut ini:
Utas.
Irjen Teddy Minahasa ditangkap atas dugaan kasus narkoba. Dari jual narkoba, Teddy jd polisi terkaya di Indonesia dgn total harta Rp 29,9 Milliar. Canggih sekali: narkoba sitaan dari para pengedar ia jual lagi. Iblis aja mungkin ngga kepikiran melakukan tindakan seperti itu.
Selama negara diurus para bajingan. Tdk akan ada kesejahteraan & keadilan bagi rakyat. Kalo negara nggak salah urus, pemerintah bisa mensponsori pendirian daycare di tiap-tiap dusun/desa/kelurahan. Krn kas negara dikorupsi. Rakyatnya jadiy keblangsak.
Kelak:
menolak tambang batubara = menolak Islam Nusantara
Menolak tambang = menolak PBNU
Bahaya banget. Agama dijadikan bamper bagi perusakan lingkungan dan kepentingan pemilik modal.
Jgn pilih semuanya:
1. Hentikan minum air kemasan, selain kurang sehat bg tubuh, jg menambah plastik yg mencemari.
2. Beralihlah ke tumbler sekaligus membangun gerakan politis menuntut pemerintah memenuhi hak atas air bersih pd warganya. Krn mestinya air tdk beli.
Kontradiksi:
1. Kiai-kiai kampung sedang berjuang mempertahankan ruang hidupnya dari perampasan dan perusakan lingkungan.
2. Kiai-kiai PBNU sedang merayakan cuan dari tambang.
Lawak: Mugianto, korban pelanggaran HAM jadi wakil menteri HAM yg dipimpin presiden pelanggar HAM. Wolak walike jaman: salah jadi bener, bener jadi salah. Selamat datang kegelapan.