Kayaknya sekeras apapun usaha aku untuk keluar dari dunia pendidikan (karena tidak menguntungkan secara materi) akan selalu gagal deh karena ada perasaan bahagia yang sulit aku dapatkan dari kegiatan-kegiatan lain ๐ฅบ
Lagi bahas tentang pemaksimalan promotif dan preventif
Solusinya:
"KURANG DOKTER"
Meanwhile nakes yang lebih berhubungan sama promotif and preventif:
PSIKOLOG, AHLI K3, NUTRISIONIS, EPIDEMIOLOG PROMOTOR KESEHATAN, AHLI KESLING, BIDAN, PERAWAT, APOTEKER
๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
Buat konteks seriusnya, ini lagi mata kuliah Psikologi Seksual dan kita lagi belajar untuk menghargai dan menganggap normal berbagai bentuk penis dan vagina
STOP SEMBUNYIIN NAMA DOSEN PAS SIAK WAR!!!
Salah satu dosen pernah bilang, "saya justru setuju kalau nama dosen dilihatin pas siak war karena kalau kelas yang ada dosen tersebut sedikit yang milih, harusnya sih bisa jadi bahan evaluasi untuk dosen tersebut"
YES QUEEN ๐
Kenapa Psikologi UI masuknya ke rumpun soshum dan bukan saintek?
Jadi sebenarnya dulu pendiri Psikologi UI (Bapak Slamet Iman Santoso) itu memiliki latar belakang sebagai seorang psikiater (dokter spesialis kesehatan jiwa). Nah, tapi beliau ini sibuk banget dan beliau pun +
EH SUMPAH INI GEMES BANGET ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
Ini keren banget juga sih idenya buat ngenalin pemilu ke anak-anak psikologi yang cenderung nggak terlalu tertarik sama topik pemilu
Instead of "nambah 300 FK" mending fokus naikkin kualitas FK yang udah berdiri, banyak FK yang asal berdiri jadinya kerasa banget ketimpangan kualitas FK yang akreditasinya udah A/Unggul