Maksud gambar ini kira-kira begini: Kalau Anda minum kopi di Starbucks, maka Anda sama saja artinya dengan menumpahkan dan meminum darah rakyat Palestina. Karena Starbucks menjadi salah satu penyumbang dan pendukung zionisme (berdirinya negara Israel). Sadarlah kaum muslimin.
Buni Yani
7,954 posts
- Bila Jokowi tidak bisa menunjukkan ijazah asli yang digugat pagi ini di Pengadilan Negeri Jakpus, maka kesimpulan finalnya adalah betul ijazah Jokowi memang palsu. Konsekuensinya: pencapresannya batal, semua keputusannya batal, dan dia harus dipidana sesuai UU yang berlaku.
- Apakah Mahfud berani membubarkan Manguni seperti membubarkan FPI? Harus adil.
- Kata "kafir" itu kata yang dipakai oleh al-Qur'an. Yang menolaknya berarti tidak qur'ani -- dan sudah pasti tidak islami.
- Sidang gugatan ijazah palsu Jokowi ricuh. Ketua hakim mengusir pengunjung. Panas, terjadi adu mulut antara pengacara penggugat dengan kuasa hukum Jokowi yang tidak membawa surat kuasa. Akhirnya hakim mengeluarkan kuasa hukum yang tidak membawa surat kuasa dari Jokowi. Parah.
- Idealnya walkot Depok adalah seorang penghapal Qur'an minimal juz 30 agar bisa menjadi imam shalat dengan bacaan yang lumayan. Tapi kalau tidak, ya janganlah mereka yang terang-terangan melanggar syariat seperti makan babi, tidak shalat, dllnya. Ini melecehkan warga Depok.
- Allah bersama Partai Ummat. Doa terbaik dari semua kader dan simpatisan.
- Kalau kita bersatu dan berani, mereka tak akan berani semena-mena. Tetapi kalau kita menunjukkan jiwa pecundang, mereka akan semakin menginjak-injak kita walaupun mereka jumlahnya sedikit. Penjajah Belanda juga begitu dulu.
- Pasangan Boring (Bowo-Rakabuming) sebetulnya satu kubu dengan pasangan Ga'mud (Ganjar-Mahfud). Netizen curiga mereka cuma pura-pura saja.
- Ada yang luput dari perhatian publik setelah terkuak Jokowi memang dalang di balik pelemahan KPK. Yaitu dugaan korupsi Gibran dan Kaesang yang sudah dilaporkan tidak diproses KPK. Dugaan banyak korupsi Ahok yang jadi buku sama sekali tak tersentuh. Puzzle makin tersambung.
- Dua orang penting di Jakarta bertanggung jawab atas kerusuhan di Pulau Rempang, inisialnya B dan L. Mereka ngotot melakukan relokasi masyarakat demi investasi meskipun masyarakat adat Melayu menolaknya. Ini yang disebut zalim karena lagi-lagi rakyat jadi korban.






