Psikolog Keluarga. Humanitarian. Penjahit GUSDUR-ian :: Look back in forgiveness, look forward in hope, look down in compassion, look up with gratitude. (ZZ)
Dirty Vote
Diisi oleh 3 Pejuang Demokrasi yang dihormati oleh para aktivis se-Indonesia. Rekam jejak & kredibilitas jelas
Diproduksi oleh WatchDoc, produsen film² dokumenter, penerima penghargaan Magsaysay Award yg dianggap sebagai Nobel Asia.
Percaya? Ya iyalah.
Pelajaran penting untuk kita yang punya anak, terutama yang belum dewasa :
bantu mereka membedakan sikap kritis & sikap tegas, dengan sikap merendahkan & sikap melecehkan.
Menyayangkan sikap mas @gibran_tweet malam ini. Sedikit jahil berbeda dengan sikap melecehkan orang lain. Dan itu yang tadi ditunjukkan mas Gibran berulang-ulang kepada kedua kandidat lain.
Mengapa kalau anak muda yang keras dan kritis selalu dianggap tidak sopan? Tetapi jika yang melakukan itu adalah orang tua ke anak muda selalu dianggap biasa saja, dan kita sebagai anak muda diminta menerima seolah itu sesuatu yang biasa saja. Apakah ini tidak standar ganda?
Soal debat ke3 : bagi saya, pak Anis & pak Ganjar mengkritisi, yg disoal adalah kinerja. Ya itu risiko sbg pejabat publik.
Tapi tak ada kalimat merendahkan seakan² lawannya itu orang bodoh spt "enak banget lihat catatan". Tak ada gestur spt di bawah ini :
"Pak Ustadz, bantu kami pak ustadz.. kami bertahan. Tolong para korlap bantu kami. Tolong jangan lakukan ini." - kapolres Jakpus.
Aparat keamanan harus memohon. Saya sedih sekali melihat ini. Dan marah. Siapa sebenarnya yang punya agenda membuat rusuh ini?
#saveIndonesia
Dulu pas KPK, para aktivis termasuk mrk ber-3 dituduh punya kepentingan, anti Pemerintah, SJW, taliban, dst.
Tapi lihat KPK (& Firli Bahuri) skr. Apa yg dulu kami peringatkan akhirnya jadi nyata.
Sekarang, mereka dituduh SJW, partisan, anti² lagi. Yg nuduh tidak belajarkah?
Maaf nyamber.
Suatu ketika saya pulang dari Konperensi di Taiwan. Di Cengkareng, saya diarahkan menuju meja pemeriksaan yg di dalam itu. Mbak petugas nanya :
"Kamu pulang kerja ya di Taiwan? Berapa lama kerja di sana? Bawa apa aja? Buka kopernya."
Beberapa tahun yg lalu ada pemandangan lazim bila rombongan tkw di palak terang2an di bandara soekarno hatta oleh oknum2 dan petugas keamanan seolah menutup mata, ngga tega kita lihat nya
Ini bukan hanya blunder tapi sudah pelanggaran kampanye Pemilu. Dalam posisi bicara sebagai menteri tapi bicaranya mempromosikan Capres.
Tidak etis. Tapi itu buat kita. Mungkin buat beliau & kelompoknya memang etika itu tidak penting. "Ndasmu etis".
"Kalo sholat Maghrib baca Al-Fatihah Walad Dhollin ada yang diam sekarang Pak, saking cintanya sama Pak Prabowo itu. Itu kalo tahiyatul akhir kan ☝️ pak, sekarang maunya ✌️ pak" Cerita Zulkifli Hasan di rakernas APPSI
Ada 2 isu disentuh @kikysaputrii di sini : Bansos dan 1 Putaran. Keduanya menurut saya misleading, apalagi kalau kita bicara jangka panjang Indonesia. Bukan hanya Pemilu 2024.
Soal Pemilu 1 Putaran, tidak bisa disederhanakan soal hemat anggaran. Ini cara pandang bahaya sekali.
Tap..tap… tapi kan kalo pun bansos ditambah anggarannya, yg akan terima dan bahagia rakyat kecil bang. Alhamdulillah ga sih harusnya?
Nah kalo pemilu yg 2 putaran, bukan cuma anggaran yg nambah, tapi juga perdebatan, dan permusuhan. Pengen tenang pas bulan puasa sama Lebaran 🥹
Meyakini bahwa sesajen tidak boleh, monggo saja. Tapi memaksakan itu kepada yang meyakininya, itu yang tidak boleh. Repot memang kalau ketemu yang model2 begini. Susah banget memahami bahwa dunia bukan milik kelompoknya saja.
Menyuruh 1 Guru Besar itu susah. Apalagi banyak Guru Besar. Apalagi banyak Perguruan Tinggi.
Yang anggap para GB ini diorkestrasi, apalagi utk kepentingan elektoral, pasti ndak paham Sandpile Theory of Social Change, Teori Gundukan Pasir dalam Perubahan Sosial.
"Tapi saya berpikir, apa sih tingginya jabatan Presiden itu, kok sampai harus meneteskan darah manusia Indonesia?!" - #Gusdur
Dalam situasi kini, saat orang berebut jabatan, betapa saya rindu Bapak. Terimakasih Pak, telah meneladankan..