Sejarah PPNI secara Nasional – Latar Dasar
Sebelum menyoroti PPNI di Ternate, perlu dipahami dahulu sejarah PPNI secara nasional:
-
PPNI didirikan pada tanggal 17 Maret 1974, sebagai hasil penggabungan organisasi perawat seperti PKVI, PDKI, PPI, dan IPI, yang bertemu di Bandung dan sepakat membentuk wadah profesional bernama Persatuan Perawat Nasional Indonesia .
-
Organisasi ini bertujuan memperjuangkan martabat profesi keperawatan, menyatukan peran perawat, serta mempersiapkan Kongres pertama (1976) .
-
Seiring waktu, PPNI berkembang menjadi lembaga yang semakin mandiri, memperjuangkan regulasi seperti RUU Keperawatan (akhirnya menjadi UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan) serta meningkatkan akses kesehatan dan kualitas pelayanan secara merata .
Sejarah Kegiatan Keperawatan di Ternate dan Maluku Utara
Fokus ke ranah lokal—khususnya Maluku Utara (yang termasuk Kota Ternate):
-
Sejak abad 16–18, ketika Ternate menjadi pusat perdagangan rempah (cengkih & pala), penjajah seperti Portugis, Spanyol, Belanda, bahkan Inggris membawa serta dokter dan perawat dalam kampanye perang dan kolonial. Sejak saat itu, rumah sakit didirikan di Ternate (misalnya RS Dharma Ibu), dan pemuda lokal direkrut sebagai perawat atau penjaga pasien .
-
Hal ini menunjukkan bahwa praktik keperawatan telah eksis di Ternate jauh sebelum organisasi profesi formal didirikan—menjadi fondasi sejarah keperawatan lokal.
Sejarah PPNI Cabang Ternate (Usulan Kerangka)
Berikut kerangka narasi sejarah yang bisa kamu gunakan, dengan memasukkan detail dari atas dan modifikasi sesuai sumber lokal PPNI Ternate:
1. Awal Eksistensi Keperawatan di Ternate
Sejak abad ke-16, Ternate menjadi kota penting perdagangan rempah. Dalam konflik dan kolonialisme yang terjadi, tenaga medis seperti dokter dan perawat ikut dikirim ke sini, termasuk tenaga lokal yang direkrut sebagai penjaga dan perawat di rumah sakit kolonial seperti yang ada di lokasi RS Dharma Ibu.
2. Perkembangan Profesi keperawatan
Setelah abad kolonial, perawat lokal semakin akrab dengan praktik profesi keperawatan. Namun organisasi formal seperti PPNI baru terbentuk secara nasional pada tahun 1974.
3. Integrasi ke Struktur Nasional PPNI
PPNI Cabang Ternate secara struktural merupakan bagian dari DPW PPNI Maluku Utara—yang berada di bawah kusus PPNI tingkat pusat—sejak pembentukan wilayah provinsi pada tahun 1999. PPNI Ternate mengikuti visi nasional dan menerapkan kegiatan di bidang pendidikan, advokasi, dan pengabdian masyarakat.
4. Aktivitas Terbaru PPNI Maluku Utara / Ternate
-
Sebagai contoh aktif, pada HUT PPNI ke-51 (17 Maret 2025), DPW PPNI Maluku Utara membagikan 70 paket sembako kepada petugas penyapu jalan di Kota Ternate, sebagai bentuk solidaritas dan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat kota .
-
Pada 5 September 2024, PPNI Maluku Utara juga melakukan aksi sosial peduli korban bencana banjir bandang di Kelurahan Rua, Ternate. Bantuan berupa paket sembako, serta identifikasi kebutuhan medis dan psikologis oleh tim PPNI dan Poltekkes Ternate dilakukan sebagai tahap awal respons bencana .
Rangkuman Teks Sejarah PPNI Ternate
Sejarah PPNI Cabang Ternate
-
Jejak Awal Keperawatan
Tradisi keperawatan di Ternate sudah dimulai pada abad ke-16—adaptasi dari praktik medis yang dibawa oleh penjajah seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda. Kelak, rumah sakit kolonial seperti RS Dharma Ibu menjadi pelatihan bagi pemuda lokal dalam merawat pasien dan mendalami profesi keperawatan. -
Masa Formatif Keperawatan Profesional
Meskipun praktik keperawatan telah terjadi secara lokal, PPNI baru terbentuk secara nasional pada 17 Maret 1974 sebagai bentuk konsolidasi organisasi perawat dari berbagai perkumpulan . Selanjutnya, PPNI Cabang Ternate ikut menjadi bagian dari gerakan profesional keperawatan nasional. -
Struktur Organisasi dan SPIRIT Lokal
Setelah berdirinya Provinsi Maluku Utara (1999), PPNI di Ternate tergabung dalam DPW PPNI Maluku Utara, menaungi profesi perawat di tingkat kota/kabupaten, termasuk Kota Ternate. -
Aktivitas Sosial-Profesional Terkini
-
Di HUT PPNI ke-51 (17 Maret 2025), PPNI Maluku Utara berbagi 70 paket sembako kepada petugas penyapu jalan di Ternate sebagai aksi kepedulian dan pengabdian masyarakat.
-
Pada 5 September 2024, PPNI Maluku Utara bersama Poltekkes Ternate merespons bencana banjir bandang di Kelurahan Rua dengan mengirim bantuan sembako dan melakukan identifikasi kebutuhan kesehatan dan psikososial korban.
-
