Pendidikan di Politeknik/Akademi Teknologi Kulit diselenggarakan sebagai pendidikan vokasi yang menekankan penguasaan keterampilan kerja, ketepatan prosedur, dan pemenuhan standar mutu industri. Proses pembelajaran dirancang agar lulusan memiliki kompetensi teknis, sikap profesional, serta kemampuan adaptif sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
1) Jenjang dan Orientasi Pendidikan
-
Pendidikan berorientasi vokasi dengan penekanan pada kompetensi praktik.
-
Pembelajaran diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja pada industri penyamakan, barang kulit, alas kaki, laboratorium mutu, serta bidang terkait.
2) Sistem Pembelajaran
-
Perkuliahan teori untuk dasar keilmuan, konsep proses, standar mutu, dan manajemen produksi.
-
Praktikum intensif di laboratorium dan workshop untuk pembentukan keterampilan kerja.
-
Pembelajaran berbasis proyek (project-based) melalui pembuatan produk, penyusunan SOP kerja, atau pemecahan masalah proses produksi.
-
Studi kasus industri untuk melatih analisis mutu, efisiensi, dan penyelesaian kendala produksi.
3) Komponen Praktik Utama
-
Praktik teknologi penyamakan kulit dari bahan baku sampai finishing.
-
Praktik pembuatan produk kulit (pola, cutting, stitching, assembling, finishing).
-
Praktik teknologi alas kaki (pembuatan upper, perakitan, finishing, dan inspeksi kualitas).
-
Praktik Quality Control (QC) termasuk inspeksi cacat, spesifikasi mutu, dan pelaporan hasil uji.
4) Magang/Praktik Kerja Lapangan
-
Mahasiswa mengikuti PKL/magang industri sebagai bagian integral pendidikan.
-
Kegiatan magang bertujuan memperkuat pengalaman kerja nyata, budaya mutu, disiplin kerja, serta pemahaman alur produksi industri.
5) Evaluasi dan Penilaian
-
Penilaian dilakukan melalui ujian teori, ujian praktik, penilaian proyek, serta penilaian kedisiplinan dan kepatuhan SOP.
-
Evaluasi kompetensi menekankan ketepatan prosedur kerja, hasil produk, keselamatan kerja (K3), dan standar kualitas.
6) Tugas Akhir
-
Tugas akhir umumnya berbentuk karya terapan seperti prototipe produk kulit/alas kaki, perbaikan proses produksi, atau penerapan pengendalian mutu, disertai laporan teknis.
7) Pembinaan Karakter dan Etika Profesi
-
Pendidikan menanamkan integritas, etos kerja, komunikasi kerja, tanggung jawab, serta budaya K3 dan kepedulian lingkungan, terutama pada kegiatan praktik.
