Good night . " huh, lega banget udah ngumpulin tugas nya " yohan membuang napas nya lega setelah mereka mengumpulkan tugas kelompok mereka. " udah gada beban deh buat tugas nya pak seunggi " balas mark " iya, udah ga perlu di omelin si nyai lagi " ujar somi menambahi Heejin seketika langsung menatap somi dengan sinis setelah ia mengucapkan kata 'nyai'. Nara yang berada di samping heejin hanya tertawa karena heejin kesal dengan perkataan somi. " yaudah abisini kalian mau langsung pulang atau gimana dulu nih? " tanya mark " kita bertiga mau ke gramed " jawab heejin Somi dan nara hanya mengangguk membenarkan perkataan heejin. " gramed mana? " yohan ikut bertanya " kepo banget lu, kenapa? Mau ikut " " engga nyai ya allah, nanya doang " " gramed terdekat dari sini, gamau yang jauh " jawab nara pada akhirnya " ohh , yaudah kalo gitu hati hati. Kita duluan ya, bye " setelah berpamitan mark dan yohan pun segera memisahkan diri dan segera menuju ke tempat parkir untuk mengambil kendaraan mereka. " eh gua ke toilet bentar ya? Tungguin jangan mesen gocar nya dulu " ujar somi dan langsung berlalu menuju ke toilet fakultas. Saat sedang menunggu somi kembali dari toilet, heejin tidak sengaja melihat sejun sedang berjalan menuruni anak tangga. Lalu ia menyenggol lengan nara yang sedang bermain hp. " ra, itu ka sejun kan? " ucap nya sambil menunjuk sejun yang sedang berbicara dengan seseorang. Nara kemudian melihat ke arah yang heejin tunjuk, dan melihat memang benar ada sejun disitu. " iya, itu ka sejun. Kenapa? Mau nyamperin? " tanya nya " hehe, iya. Mau kenalan, sama siapa tau dapet nomor nya " Nara hanya tersenyum menanggapi omongan heejin. Jujur, di dalam hatinya ada rasa tidak rela dan sedikit cemburu jika heejin memang benar akan mengajak sejun berkenalan dan meminta nomor pria tersebut. " oh, yaudah coba aja " " tapi malu, " jawab heejin " yaudah kalo ragu gausah " " hmm, gas deh. Tunggu sebentar ya ra hehe " Nara mengangguk dengan hati yang terasa sedikit sesak. Lalu heejin segera berjalan menuju ke arah sejun yang sudah selesai berbicara dengan salah satu teman nya. Kemudian, heejin memanggil nama sejun hingga yang punya nama pun menengok ke arahnya. " kak sejun! " " iya? Siapa ya? " tanya sejun bingung Lalu heejin mengulurkan tangan nya bermaksud mengajak sejun berjabat tangan. Sejun yang mengerti 'kode' heejin pun segera menjabat tangan nya . " heejin, kak. Temen nya nara hehe " jawab heejin dengan diakhiri senyuman " oh, yang waktu itu nginep dirumah nara juga ya? " " nah iya haha " " oke oke.. Mau apa ya? Ada sesuatu yang mau ditanya atau apa? " ucap sejun menanyakan maksud heejin memanggil namanya tadi. " eee... Anu kak, " heejin tampak bingung untuk menjawab pertanyaan sejun, lalu ia berpikir untuk mencari alasan. Karena ia masih merasa malu jika langsung jujur alasan ia memanggil sejun untuk mengajaknya berkenalan dan ingin meminta nomornya. " ini kak, saya mau tanya tanya ke kakak tentang matkul politik internasional. Soalnya saya masih suka bingung sama itu hehe " heejin menjawab dengan canggung. Sejun mengangkat alis nya satu karena bingung. Menurutnya heejin adalah salah satu mahasiswi yang cukup pintar di kelas, seperti itulah yang ia dengar dari nara. Lalu ia mengangguk sebagai respon dari perkataan heejin. " oh, mau gua bantu jelasin biar ngerti? " tawar sejun Heejin tanpa sadar menangguk antusias. Kemudian dengan malu malu ia meminta nomor sejun, " kalo gitu boleh minta nomor kak sejun? Biar gampang ngehubungin nya " ucap nya sambil menyodorkan hp nya ke sejun. Yang kemudian di ambil oleh sejun. Setelah selesai memasukan nomor nya ke hp heejin, sejun langsung memberikan kembali hp heejin ke pemiliknya. Yang dibalas ucapan terimakasih oleh heejin. Namun, tanpa mereka sadari. Ada nara yang dari jauh memperhatikan interaksi keduanya. Ia tersenyum miris melihat pergerakan heejin demi mendekati sejun, ia merasa insecure dengan dirinya sendiri. Lalu disaat heejin sudah selesai dengan urusan nya, dan berjalan kembali ke arahnya. Ia dapat melihat sejun, tersenyum kecil ke arah nya dan melambaikan tangan ke nara. Yang hanya di balas senyuman oleh nara. Kemudian ia dan heejin pergi menyusul somi ke toilet. -//- Nara sudah pulang ke rumah nya, sekarang ia sedang duduk di atas ranjang nya. Ia sedang memikirkan kembali kejadian tadi saat ia masih berada di gedung fakultasnya. Bagaimana ia melihat interaksi antara heejin dan sejun, dan tiba tiba ia merasakan sesak di dadanya. Ia lalu merebahkan badannya dan mulai memejamkan matanya, berniat untuk tidur dan melupakan kejadian tadi yang membuat hati nya sakit. Namun rencananya itu harus gagal ketika ia merasakan hp nya bergetar, tanda adanya panggilan masuk. Saat ia melihat siapa yang menelfon nya, ia cukup terkejut karena melihat nama siapa yang tertera di layar hp nya.. " Mas Crush ðŸ˜ðŸ’™ is calling... " Nara langsung bangkit dan memposisikan tubuhnya duduk diatas ranjang, kemudian mengangkat panggilan sejun. " Hallo? " " ra, dirumah kan? " " iya kak, kenapa? " " keluar bentar deh " " ngapain? " " ini tolong ambil titipan nya buyung, martabak red velvet " " loh kenapa ga telfon abang aja kak? ". " ga diangkat, ini ambil dong. Keburu dingin nanti gua diamuk buyung " " iya, bentar turun ke bawah dulu " " sip " Ketika sambungan telfon terputus, nara langsung bergegas menuju ke bawah dan membuka pintu rumah nya. Benar saja, di depan rumah nya sudah ada sejun yang sedang duduk diatas jok motor nya sambil memegang 1 tentengan plastik yang nara yakin itu adalah martabak red velvet 'milik' byungchan. " kak sejun " Sejun langsung menoleh dan tersenyum ke arah nara, dan memberikan tentengan plastik itu ke arah nya. " nih martabak nya " " makasih kak, maafin abang kalo jadi ngerepotin ya hehe " " gapapa sih, santai " " mau masuk dulu? " Sejun kemudian melihat arloji nya, lalu menggeleng pelan. " besok aja kayanya, udah malem. Lu juga pasti mau istirahat kan? " " oh yaudah, makasih lagi kak hehe " " iya, gua balik ya? " " iya, hati hati " ucap nara. Saat nara berniat ingin kembali masuk kedalam rumah nya, tiba tiba sejun menahan tangan nya yang membuat nara menoleh dengan tatapan bingung ke arah nya. " eh sorry hehe, " ucap sejun ketika sadar dengan tindakan nya " santai, kenapa kak? " tanya nara dengan berusaha terlihat tenang, padahal hati nya sudah tidak karuan. " gapapa, cuma mau ngucapin good night hehe... Udah ah balik gua, night raa " Sebelum sempat nara membalas perkataan sejun, sejun sudah melajukan motornya dengan lumayan cepat hingga tidak terlihat lagi di penglihatan nara.. Nara hanya tersenyum, dan bergumam kecil sambil berjalan memasuki rumah nya " good night kak sejun " .