<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>VenueMagz.com</title>
	<atom:link href="https://venuemagz.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<description>Referensi Industri MICE Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2026 09:28:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2017/09/cropped-Favicon-32x32.png</url>
	<title>VenueMagz.com</title>
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127860349</site>	<item>
		<title>Senior Happy Run Dorong Gaya Hidup Lansia dan Pariwisata Berkualitas</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/senior-happy-run-dorong-gaya-hidup-lansia-dan-pariwisata-berkualitas/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/senior-happy-run-dorong-gaya-hidup-lansia-dan-pariwisata-berkualitas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bonita Ningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 09:28:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44666</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com &#8211; Untuk pertama kalinya, Senior Happy Run akan digelar di Jakarta pada tanggal 12 Juli 2026. Event lari santai ini terselenggara atas kolaborasi berbagai pihak seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, komunitas pensiunan, sponsor, serta mitra lainnya.&#160; “Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam mengembangkan pariwisata berbasis komunitas, kesehatan, dan kebahagiaan,” kata Ketua Pelaksana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jakarta, <a href="http://venuemagz.com">Venuemagz.com</a> &#8211; Untuk pertama kalinya, Senior Happy Run akan digelar di Jakarta pada tanggal 12 Juli 2026. <em>Event </em>lari santai ini terselenggara atas kolaborasi berbagai pihak seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, komunitas pensiunan, sponsor, serta mitra lainnya.&nbsp;</p>



<p>“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam mengembangkan pariwisata berbasis komunitas, kesehatan, dan kebahagiaan,” kata Ketua Pelaksana Senior Happy Run, Oni Yulfian saat peluncuran dan konferensi pers “Senior Happy Run 5K 2026” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.</p>



<p>Mengusung tema “<em>Run for Health &amp; Happiness</em>”, <em>event </em>ini terbuka untuk masyarakat umum berusia 50 tahun ke atas dengan jarak tempuh 5k. Menurut Oni, konsep ini dibuat karena olahraga dianggap dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang inklusif bagi segala usia.</p>



<p>“Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar aman, nyaman, dan menyenangkan bagi lansia, sehingga mereka dapat tetap aktif tanpa rasa khawatir,” tambah Oni.&nbsp;</p>



<p>Lebih dari itu, Happy Run 2026 juga dirancang sebagai wadah kebersamaan dan interaksi sosial sekaligus sarana promosi pariwisata dan ekonomi kreatif. Promosi dilakukan melalui konsep <em>Sport Tourism for Seniors</em> yang sejalan dengan pengembangan pariwisata berbasis kesehatan dan kebahagiaan.</p>



<p>Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kemenpar, Masruroh, menyampaikan apresiasi terhadap pihak penyelenggara atas inisiatif yang mengedepankan kesehatan, kebahagiaan, serta pemberdayaan generasi senior. Menurutnya, <em>event sport tourism </em>seperti ini dapat memperkuat pengembangan pariwisata berkualitas dan mendorong gaya hidup sehat bagi lansia di Indonesia.</p>



<p>“<em>Event</em> ini tidak hanya mendorong <em>sport tourism</em>, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pariwisata yang berdampak dan berkelanjutan. Fokusnya adalah bagaimana pariwisata mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai aspek,” ungkap Iyung begitu sapaan akrab Masruroh.</p>



<p>Ia juga mengatakan kegiatan ini juga menjadi bagian penguatan pariwisata berkualitas yang memberikan dampak berkelanjutan bagi lingkungan, ekonomi, dan masyarakat. Dengan harapan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk tetap aktif di segala usia, sekaligus memperkuat promosi destinasi dan ekonomi kreatif nasional.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pameran Kesehatan dan Bazar</strong></h2>



<p>Peserta lari akan memulai kegiatannya dari halaman Gedung Sapta Pesona di Jalan M.H. Thamrin. Kemudian mereka akan melintasi Jalan Medan Merdeka Barat menuju kawasan Monas, berlanjut ke Jalan Medan Merdeka Selatan, dan kembali ke Jalan M.H. Thamrin hingga garis <em>finish </em>di titik awal dengan jarak total 5 kilometer.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Selain lari santai, <em>event </em>ini terintegrasi dengan kegiatan <em>Expo </em>Kesehatan dan Bazar UMKM guna mendukung ekonomi kreatif. Acara ini juga dilengkapi dengan Pertunjukan Kesenian untuk menciptakan suasana yang edukatif dan rekreatif.</p>



<p>Untuk menikmati seluruh rangkaian acara Senior Happy Run 5K 2026, masyarakat dapat melakukan pendaftaran dengan biaya Rp200.000/orang. Tersedia promo harga <em>presale</em> hanya dengan Rp175.000 yang berlaku hingga 12 Mei 2026.</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/senior-happy-run-dorong-gaya-hidup-lansia-dan-pariwisata-berkualitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44666</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Art Jakarta Gardens 2026 Hadirkan Pertunjukan Musik di Ruang Terbuka</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/art-jakarta-gardens-2026-hadirkan-pertunjukan-musik-di-ruang-terbuka/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/art-jakarta-gardens-2026-hadirkan-pertunjukan-musik-di-ruang-terbuka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bonita Ningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 08:19:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44663</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com &#8211; Penyelenggaraan Art Jakarta Gardens 2026 sudah di depan mata. Pekan seni ini akan digelar pada 5 hingga 10 Mei 2026 di Hutan Kota by Plataran Jakarta dengan menghadirkan 26 galeri dari Indonesia hingga kawasan Asia.&#160; Selain seni rupa, Art Jakarta Gardens secara konsisten juga menghadirkan pertunjukan musik di ruang terbuka. Pada edisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jakarta, <a href="http://venuemagz.com">Venuemagz.com</a> &#8211; Penyelenggaraan Art Jakarta Gardens 2026 sudah di depan mata. Pekan seni ini akan digelar pada 5 hingga 10 Mei 2026 di Hutan Kota by Plataran Jakarta dengan menghadirkan 26 galeri dari Indonesia hingga kawasan Asia.&nbsp;</p>



<p>Selain seni rupa, Art Jakarta Gardens secara konsisten juga menghadirkan pertunjukan musik di ruang terbuka. Pada edisi kelima kali ini, Art Jakarta Gardens mengajak Bakti Budaya Djarum Foundation dan Plainsong Live untuk mengkurasi program musik tersebut.</p>



<p>“Saya melihat acara ini punya pilar yang unik yaitu mempertemukan seni rupa dan musik. Oleh sebabnya, saya coba meresponsnya dengan menghadirkan program musik di tahun ini,” kata Ferry Dermawan, selaku Co Founder sekaligus Program Director Plainsong Live.</p>



<p>Pihaknya akan membawa 10 musisi dari Indonesia untuk tampil dan berpartisipasi dalam program musik ini. Beberapa musisi yang akan dihadirkan adalah Ali, The Cottons, Jo Soegono, BABON, Klav, Klegoth Breaks, Batavia Collective, Basajan, dan Pelteras.</p>



<p>“Mayoritas yang kami tampilkan ini adalah band baru yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan sekitarnya. Mereka sangat antusias mengikuti acara ini karena menjadi pengalaman pertama bagi mereka tampil di Art Jakarta Gardens,” jelasnya lagi.</p>



<p>Para musisi akan tampil pada taman terbuka di area Hutan Kota by Plataran. Mereka diharapkan dapat menghidupkan suasana taman dengan spektrum musikal yang beragam selama enam hari penuh mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.</p>



<p>Tak hanya musik, salah satu program publik yang hadir di tahun ini adalah <em>performance art&nbsp; </em>dari YIRI ARTS. Galeri seni asal Taipei ini akan mempersembahkan karya bertajuk “Bertemu di Tengah” oleh Sarita Ibnoe yang mengeksplorasi isi pergerakan, identitas, dan batas geografis.&nbsp;</p>



<p>Ada juga <em>performance art </em>dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya. Mereka akan mempersembahkan Kisah dari Samudera oleh Agus Nur Amal PM Toh yang mengangkat tradisi tutur sebagai medium refleksi sosial dan kemanusiaan.&nbsp;</p>



<p>Bakti Budaya Djarum Foundation juga turut mempersembahkan Laku Swargaloka oleh Swargaloka. Ini merupakan sebuah karya performatif tentang perjalanan estafet lintas generasi dan pengetahuan budaya.</p>



<p>Bagi yang tertarik mengikuti semua kegiatan tersebut, dapat berkunjung langsung ke Art Jakarta Gardens 2026 dengan biaya tiket masuk Rp150.000/orang/hari. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan program dapat diakses melalui akun Instagram @artjakarta dan situs resmi <a href="http://artjakarta.com" target="_blank" rel="noopener">artjakarta.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/art-jakarta-gardens-2026-hadirkan-pertunjukan-musik-di-ruang-terbuka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44663</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beli Karya Seni Dapat Cashback hingga Rp2 Juta? Datang ke Art Jakarta Gardens 2026</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/beli-karya-seni-dapat-cashback-hingga-rp2-juta-datang-ke-art-jakarta-gardens-2026/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/beli-karya-seni-dapat-cashback-hingga-rp2-juta-datang-ke-art-jakarta-gardens-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bonita Ningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 10:13:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Art Jakarta Gardens]]></category>
		<category><![CDATA[event jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44657</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com &#8211; Art Jakarta Gardens akan kembali hadir di Hutan Kota by Plataran Jakarta pada 5 hingga 10 Mei 2026 mendatang. Tahun ini, Art Jakarta Gardens memasuki edisi kelima dan menjadi agenda tahunan dari Art Jakarta. Art Jakarta Gardens menghadirkan presentasi seni di dalam dan luar ruangan dari 26 galeri asal Indonesia maupun Asia. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jakarta, <a href="http://venuemagz.com">Venuemagz.com</a> &#8211; Art Jakarta Gardens akan kembali hadir di Hutan Kota by Plataran Jakarta pada 5 hingga 10 Mei 2026 mendatang. Tahun ini, Art Jakarta Gardens memasuki edisi kelima dan menjadi agenda tahunan dari Art Jakarta.</p>



<p>Art Jakarta Gardens menghadirkan presentasi seni di dalam dan luar ruangan dari 26 galeri asal Indonesia maupun Asia. Untuk area <em>outdoor </em>akan menampilkan 31 patung dan karya puluhan seniman lainnya hadir di dalam dua tenda utama.</p>



<p>Selain karya seni, Art Jakarta Gardens 2026 kembali menyuguhkan sejumlah program publik yang akan menghidupkan suasana pengunjung saat berada di area pameran. Beberapa programnya adalah penampilan musik, seni <em>performans</em>, dan diskusi yang akan memperkaya pengalaman artistik di ruang publik sekaligus mendorong keberlanjutan komunitas seni dan kreatif lokal.</p>



<p>“Art Jakarta Gardens sudah menjadi pelantar atau <em>platform </em>kegiatan seni rupa dengan karakternya yang khas yaitu pameran seni rupa terpadu di area taman terbuka, disertai pentas musik dan pertunjukan lain,” kata Enin Supriyanto selaku Direktur Artistik dalam media <em>gathering </em>Art Jakarta Gardens 2026 di ARTOTEL Thamrin, Jakarta.</p>



<p>Bagi para pecinta seni, acara ini menjadi yang paling dinantikan karena dapat melihat banyak karya seniman di satu tempat. Para pengunjung dapat dengan mudah melihat karya seni favoritnya yang nantinya dapat dibeli untuk menambah koleksi.&nbsp;</p>



<p>Untuk mempermudah pembelian karya seni, Art Jakarta Gardens menggandeng BCA sebagai mitra bank strategis dalam acara ini. Tak hanya sebagai <em>platform </em>pembayaran, BCA juga hadir dengan penawaran menarik lainnya bagi para nasabah.</p>



<p>Penawaran pertama yang dapat dinikmati pengunjung adalah diskon tiket masuk sebesar 10 persen. Harga tiket masuk yang resmi ditawarkan Art Jakarta Gardens 2026 adalah Rp150.000 per orang per hari.&nbsp;</p>



<p>Bagi pengunjung yang ingin membeli karya seni di Art Jakarta Gardens 2026 juga bisa mendapatkan banyak benefit dengan kartu BCA. Pengunjung yang sudah menjadi nasabah BCA bisa mendapatkan <em>cashback</em> hingga Rp1,5 juta, bebas cicilan 1 Bulan dengan cicilan 0% 12 Bulan, hingga fleksibilitas cicilan 0% hingga 24 bulan saat membeli karya seni.</p>



<p>Khusus pengunjung dari nasabah Solitaire dan Prioritas BCA akan mendapatkan benefit tambahan berupa Complimentary VIP Day dan Regular Entrance. Mereka juga bisa mendapatkan <em>cashback</em> Rp2 Juta setiap pembelian karya seni di Art Jakarta Gardens 2026.</p>



<p>“Semua keuntungan ini menjadi  wujud komitmen BCA dalam memberikan layanan yang relevan dengan gaya hidup pengunjung dan pecinta seni,” kata Septi Herlina, selaku Vice President of Consumer Business, Bank Central Asia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/beli-karya-seni-dapat-cashback-hingga-rp2-juta-datang-ke-art-jakarta-gardens-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44657</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu Dekade IPOS: Dari Forum Kecil ke Simpul Strategis Industri Event Indonesia</title>
		<link>https://venuemagz.com/feature/satu-dekade-ipos-dari-forum-kecil-ke-simpul-strategis-industri-event-indonesia/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/feature/satu-dekade-ipos-dari-forum-kecil-ke-simpul-strategis-industri-event-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Murdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 07:13:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[IPOS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44654</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com — Di tengah dinamika industri event dan MICE yang terus bergerak, Indonesia Professional Organizer Summit (IPOS) bukan sekadar forum tahunan. Ia adalah jejak panjang evolusi ekosistem, ruang temu antara ide, bisnis, dan kebijakan yang hari ini, 28–29 April 2026, genap memasuki edisi ke-10 yang terselenggara di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Jakarta, Venuemagz.com</strong> — Di tengah dinamika industri <em>event</em> dan MICE yang terus bergerak, Indonesia Professional Organizer Summit (IPOS) bukan sekadar forum tahunan. Ia adalah jejak panjang evolusi ekosistem, ruang temu antara ide, bisnis, dan kebijakan yang hari ini, 28–29 April 2026, genap memasuki edisi ke-10 yang terselenggara di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata.</p>



<p>Mengusung tema <em>“Decade of Impact”</em>, IPOS-X bukan hanya perayaan. Ini adalah penanda bahwa industri yang dulu berjalan sporadis, kini punya arah, jejaring, dan yang tak kalah penting adalah sejarah yang layak dicatat.</p>



<p>“IPOS ke-10 menjadi catatan tersendiri buat kami karena perjalanan ke-10 itu episodenya, tapi perjalanan IPOS sebetulnya sudah yang ke-13 tahun, karena ada pandemi dan lain sebagainya, jadi ada tahun-tahun yang kita tidak buat <em>event</em>-nya,” ujar Harry Dwi Nugraha, Pendiri IPOS.</p>



<p>Dan menariknya, jika ditarik ke belakang, benang merah IPOS tak bisa dilepaskan dari satu entitas penting, yakni majalah <em>VENUE</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Dari Meja Redaksi ke Panggung Industri</strong></h3>



<p>IPOS Volume 1 lahir pada 5 Desember 2013. Saat itu, ia bukan <em>event</em> besar seperti sekarang. IPOS hadir sebagai platform B2B dalam forum Indonesia MICE Outlook edisi ke-6 yang dikelola oleh majalah <em>VENUE</em>.</p>



<p>Di titik ini, peran media bukan sekadar peliput. <em>VENUE</em> justru menjadi katalis yang menginisiasi ruang dialog yang mempertemukan pelaku industri dalam format yang lebih terstruktur dan berorientasi bisnis.</p>



<p>Setahun berselang, IPOS Volume 2 (2014) mulai mencuri perhatian. Format B2B yang diusung terasa “baru” untuk industri <em>event</em> Indonesia saat itu. Tak berhenti di situ, pendekatan ini bahkan diperluas ke level regional lewat Jawa Tengah Meeting Industry Forum 2014.</p>



<p>Di fase awal ini satu hal mulai terlihat jelas. IPOS bukan sekadar forum, tapi model interaksi baru dalam industri MICE.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Bertumbuh, Berpisah, dan Meluas</strong></h3>



<p>Tahun 2015 menjadi fase transisi. Kolaborasi antara IPOS dan majalah <em>VENUE</em> berakhir, namun platform ini tidak ikut berhenti. IPOS Volume 3 tetap berjalan dan disinergikan dengan Banten MICE Forum.</p>



<p>Justru setelah itu, IPOS masuk ke fase ekspansi. Pada 2016, IPOS menembus panggung internasional. Untuk pertama kalinya, Kementerian Pariwisata RI memberikan kepercayaan kepada IPOS untuk terlibat dalam pengayaan konten <em>sales mission</em> di Hanoi dan Ho Chi Minh City. Dari sini, langkahnya meluas ke berbagai kota: Sabah, Singapura, Penang, Danang, Johor Bahru, Kota Kinabalu, hingga Kuala Lumpur.</p>



<p>Bukan cuma <em>outbound</em>. Di tahun yang sama, platform IPOS juga dipakai untuk <em>fam trip</em> ke Jakarta dan Bali—sekaligus menjadi embrio lahirnya forum internasional dengan pendekatan khas IPOS.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Tahun-Tahun Agresif: Inovasi dan Segmentasi</strong></h3>



<p>Memasuki 2017, IPOS Volume 4 hadir dengan gagasan besar “MICEtropolis”, yakni sebuah konsep yang mencoba menempatkan industri MICE sebagai bagian dari ekosistem kota.</p>



<p>Di tahun yang sama, IPOS menginisiasi <em>Meet at Bandung</em> (forum regional), meluncurkan forum B2B khusus pelaku usaha perempuan (ICM-ITM), dan memperluas <em>sales mission</em> ke berbagai negara Asia Tenggara.</p>



<p>Momentum ini berlanjut di 2018 lewat IPOS Forum 5, yang ikut memfasilitasi lahirnya Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO<strong>)</strong>.</p>



<p>Kolaborasi internasional pun makin intens, termasuk <em>Meet at Malaysia</em> di Kuala Lumpur hingga kegiatan di Jepang.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Validasi Negara dan Ekspansi Sektor</strong></h3>



<p>IPOS Forum 6 pada tahun 2019 menjadi tonggak penting. Untuk pertama kalinya, forum ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Wishnutama.</p>



<p>Pengakuan ini bukan simbolik. Ia menegaskan bahwa IPOS telah naik kelas dari inisiatif komunitas menjadi bagian dari percakapan strategis nasional.</p>



<p>Di tahun yang sama, IPOS juga masuk ke kawasan industri lewat <em>Meet at Jababeka</em>, membuka peluang baru bagi integrasi MICE dengan sektor industri.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Bertahan di Tengah Pandemi</strong></h3>



<p>Tahun 2020 menguji semua lini industri <em>event</em>. Namun, IPOS tidak berhenti berinovasi.</p>



<p>Mereka menghadirkan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Indonesia Wedding Business Summit, forum B2B pertama untuk industri pernikahan,</li>



<li>Serta IPOS Baku Sapa, platform digital yang menjadi salah satu pionir forum B2B online di Indonesia saat pandemi.</li>
</ul>



<p>Meski kegiatan fisik sempat terhenti (terutama di 2022, akibat pandemi dan padatnya agenda G20), platform IPOS tetap hidup. Ia digunakan Kemenparekraf untuk berbagai program, mulai dari <em>sales mission</em> hingga pengembangan desa wisata di Jawa Barat dan DI Yogyakarta.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Kembali Offline dan Menjawab Tren</strong></h3>



<p>IPOS Forum 8 di tahun 2023 menandai kembalinya aktivitas offline lewat tema <em>Baku Dapan</em>, yang fokus pada kesiapan SDM dan <em>link and match</em> industri.</p>



<p>Setahun kemudian, IPOS Forum 9 (2024) mengangkat isu yang lebih global, <em>sustainability</em>. Lewat tema <em>Green Gathering</em>, IPOS bersama IVENDO mendorong lahirnya inisiatif Green EO, sejalan dengan tuntutan industri <em>event</em> dunia.</p>



<p>Di fase ini, IPOS tidak lagi sekadar mengikuti tren, ia mulai ikut membentuknya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Sempat Terhenti, Lalu Bangkit di Tahun ke-10</strong></h3>



<p>Tahun 2025, IPOS tidak diselenggarakan. Bukan karena kehilangan relevansi, tapi karena realitas: efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak luas pada berbagai sektor, termasuk <em>event</em>. Namun, 2026 menjadi titik balik.</p>



<p>Untuk pertama kalinya, IPOS digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, rumah besar Kementerian Pariwisata. Sebuah simbol kuat bahwa industri ini kini berada dalam orbit kebijakan nasional.</p>



<p>Dengan tajuk <em>“Decade of Impact”</em>, IPOS-X bukan hanya merayakan usia. Ia merayakan perjalanan panjang—dari forum kecil yang lahir dari inisiatif media, menjadi platform strategis yang memmengaruhi arah industri MICE Indonesia.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Lebih dari Sekadar Event</strong></h3>



<p>Melihat perjalanan ini ada satu hal yang sulit dibantah, IPOS adalah bukti bahwa industri <em>event</em> Indonesia tidak tumbuh secara kebetulan.</p>



<p>Ia dibentuk oleh kolaborasi antara media seperti majalah <em>VENUE</em>, komunitas pelaku industri, hingga pemerintah. Setiap fase punya perannya sendiri, dan setiap kolaborasi meninggalkan jejak.</p>



<p>Pertanyaannya sekarang bukan lagi “apa itu IPOS”, tapi “ke mana IPOS akan membawa industri ini berikutnya?”</p>



<p>Jika satu dekade pertama adalah soal membangun fondasi, dekade berikutnya adalah soal memperluas dampak lebih global, lebih terukur, dan lebih berani. Dan seperti sejak awal, jawabannya kemungkinan besar akan tetap lahir dari satu hal yang sama, ruang temu yang bernama IPOS<strong>.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/feature/satu-dekade-ipos-dari-forum-kecil-ke-simpul-strategis-industri-event-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44654</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mau Bikin Event di Museum atau Candi? Kesempatan Terbuka Komunitas Bisa Ikut Masuk</title>
		<link>https://venuemagz.com/feature/mau-bikin-event-di-museum-atau-candi-kesempatan-terbuka-komunitas-bisa-ikut-masuk/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/feature/mau-bikin-event-di-museum-atau-candi-kesempatan-terbuka-komunitas-bisa-ikut-masuk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Murdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 10:02:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44651</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com &#160;— Ada satu peluang yang selama ini terasa jauh buat banyak komunitas, tapi sekarang mulai dibuka pelan-pelan. Museum dan situs cagar budaya yang biasanya identik dengan ruang sunyi dan aturan ketat, kini justru menawarkan diri sebagai venue kolaborasi terbuka. Lewat inisiatif dari Museum dan Cagar Budaya (MCB), sebanyak 37 titik yang terdiri dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Jakarta, Venuemagz.com </strong>&nbsp;— Ada satu peluang yang selama ini terasa jauh buat banyak komunitas, tapi sekarang mulai dibuka pelan-pelan. Museum dan situs cagar budaya yang biasanya identik dengan ruang sunyi dan aturan ketat, kini justru menawarkan diri sebagai <em>venue</em> kolaborasi terbuka.</p>



<p>Lewat inisiatif dari Museum dan Cagar Budaya (MCB), sebanyak 37 titik yang terdiri dari 16 museum dan 21 situs cagar budaya resmi bisa diakses untuk berbagai kegiatan publik. Bukan cuma museum skala kecil, tapi juga nama-nama besar yang selama ini lebih sering dilihat sebagai destinasi wisata atau ruang edukasi formal.</p>



<p>Di dalamnya ada Museum Nasional Indonesia, Galeri Nasional, hingga Museum Kepresidenan Balai Kirti. Sementara di kategori cagar budaya, daftar yang dibuka bahkan mencakup kawasan ikonik seperti Borobudur, Prambanan, sampai Ratu Boko.</p>



<p>Belum lagi situs seperti Sangiran, Trowulan, hingga Benteng Rotterdam yang punya karakter kuat dan jarang tersentuh <em>event</em> komunitas secara langsung.</p>



<p>Di titik ini, yang ditawarkan sebenarnya bukan sekadar “tempat gratisan”. Yang terbuka adalah akses ke ruang dengan nilai historis dan simbolik yang sudah terbentuk sejak lama. Artinya, setiap kegiatan yang masuk ke dalamnya otomatis punya bobot cerita yang berbeda dibandingkan <em>event</em> di <em>venue</em> konvensional.</p>



<p>Program ini memang dirancang cukup fleksibel. Komunitas bisa mengajukan berbagai bentuk kegiatan, mulai dari seminar, workshop, pameran, sampai diskusi publik. Bahkan, untuk kebutuhan riset atau produksi berbasis koleksi, ada peluang untuk mengakses materi yang selama ini tidak mudah dijangkau.</p>



<p>Namun, di balik fleksibilitas itu, ada satu benang merah yang tidak bisa ditawar, yakni konteks. Kegiatan yang diajukan tidak bisa berdiri sebagai <em>event</em> kosong yang hanya mengejar keramaian. Harus ada kaitan dengan nilai edukasi, budaya, atau setidaknya punya relevansi dengan ruang yang digunakan.</p>



<p>Di sinilah banyak komunitas biasanya tersandung. Ide acara sering kali menarik di permukaan, tapi tidak cukup kuat untuk menjawab pertanyaan sederhana, kenapa harus di museum, dan bukan di tempat lain?</p>



<p>Proses pengajuannya sendiri tidak rumit, tapi tetap menuntut keseriusan. Komunitas perlu menyiapkan proposal yang jelas, bukan hanya konsep besar, tapi juga tujuan, audien yang disasar, sampai gambaran jalannya acara. Semua itu kemudian dikirim ke kanal resmi yang disediakan, untuk selanjutnya masuk ke tahap kurasi.</p>



<p>Waktu juga jadi faktor penting. Pengajuan harus dilakukan maksimal tiga bulan sebelum acara, memberi ruang bagi pengelola untuk menilai kelayakan sekaligus menyelaraskan dengan karakter lokasi. Dalam beberapa kasus, akan ada tahap audiensi sebagai bagian dari proses pendalaman ide.</p>



<p>Bagi yang terbiasa dengan ritme <em>event</em> cepat, mekanisme ini mungkin terasa lebih lambat. Tapi untuk ruang seperti museum dan situs cagar budaya, pendekatan ini justru jadi <em>filter</em> penting. Bukan untuk membatasi, tapi untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang masuk tidak merusak, baik secara fisik maupun secara makna.</p>



<p>Di sisi lain, kalau dimanfaatkan dengan tepat, peluang ini bisa jadi titik loncat yang signifikan bagi komunitas. Menggelar workshop di dalam kompleks candi, atau diskusi di galeri nasional, bukan hanya soal lokasi, tapi tentang pengalaman yang terbentuk secara utuh baik untuk penyelenggara maupun audiens.</p>



<p>Atmosfernya berbeda. Ceritanya sudah ada. Tinggal bagaimana kegiatan yang dibuat bisa menyatu, bukan sekadar menempel.</p>



<p>Informasi lebih lanjut terkait program kolaborasi ini bisa diakses melalui unggahan resmi berikut:<br><a href="https://www.instagram.com/p/DXdaMdtAU0-/?igsh=azd1MXRvaXlvdTZl" target="_blank" rel="noopener">https://www.instagram.com/p/DXdaMdtAU0-/?igsh=azd1MXRvaXlvdTZl</a></p>



<p>Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah ruangnya tersedia. Namun, apakah komunitas siap mengisinya dengan sesuatu yang benar-benar layak ada di sana.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/feature/mau-bikin-event-di-museum-atau-candi-kesempatan-terbuka-komunitas-bisa-ikut-masuk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44651</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diplomasi K-Pop Prabowo: Dari Meja Negosiasi ke Panggung Konser, Siapa Sebenarnya Diuntungkan?</title>
		<link>https://venuemagz.com/feature/diplomasi-k-pop-prabowo-dari-meja-negosiasi-ke-panggung-konser-siapa-sebenarnya-diuntungkan/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/feature/diplomasi-k-pop-prabowo-dari-meja-negosiasi-ke-panggung-konser-siapa-sebenarnya-diuntungkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Murdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 09:49:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[K-pop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44648</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com &#8211; Setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan awal April 2026, satu oleh-oleh yang tak biasa ikut dibawa pulang, yakni wacana memperbanyak konser K-Pop di Indonesia. Bukan sekadar hiburan, langkah ini disebut sebagai bagian dari hasil pembicaraan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang langsung diarahkan ke sesuatu yang lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Jakarta, Venuemagz.com</strong> &#8211; Setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan awal April 2026, satu oleh-oleh yang tak biasa ikut dibawa pulang, yakni wacana memperbanyak konser K-Pop di Indonesia.</p>



<p>Bukan sekadar hiburan, langkah ini disebut sebagai bagian dari hasil pembicaraan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang langsung diarahkan ke sesuatu yang lebih konkret lewat panggung, idol, dan ribuan penonton.</p>



<p>Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi arah kebijakan tersebut dalam konferensi pers di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa peningkatan jumlah konser K-Pop menjadi salah satu topik yang dibahas dalam percakapan antar-pemimpin negara.</p>



<p>“Dan kemarin juga disampaikan dalam sebuah percakapan, ini khusus penggemar K-POP, Bapak Presiden berencana meningkatkan jumlah konser bagi para pencinta K-POP,” ujarnya.</p>



<p>Kalau dibaca sekilas, ini terdengar seperti kabar gembira bagi fans. Namun, di balik euforia, ada dinamika yang jauh lebih besar. Ini adalah diplomasi budaya dalam bentuk paling kasatmata, dan Indonesia sedang mencoba masuk lebih dalam ke permainan itu.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Bukan Sekadar Konser, Tapi Soft Power</strong></h3>



<p>Korea Selatan sudah lama menjadikan K-Pop sebagai alat diplomasi. <em>Hallyu Wave</em> bukan cuma soal musik, tapi strategi ekonomi dan geopolitik. Setiap konser di luar negeri membawa efek berlapis dari Negeri Ginseng itu, yaitu promosi budaya, peningkatan pariwisata, hingga ekspansi <em>brand</em> Korea.</p>



<p>Dengan Indonesia membuka pintu lebih lebar untuk konser K-Pop, pertanyaannya sederhana, apakah ini hanya memperkuat dominasi Korea, atau justru jadi peluang bagi Indonesia untuk “menumpang arus” dan menggerakkan industrinya sendiri?</p>



<p>Di sinilah posisi Indonesia mulai menarik. Dengan populasi muda yang besar dan <em>fanbase</em> K-Pop yang masif, Indonesia adalah pasar yang siap pakai. Tahun 2026 ini sudah dipenuhi <em>line-up</em> idol yang manggung mulai dari grup papan atas hingga <em>mid-tier</em> yang mulai agresif ekspansi Asia Tenggara. Bahkan, ada satu grup idol terkenal yang sempat memunculkan polemik antara Pemprov Jakarta dengan <em>fanbase</em> mereka soal penggunaan <em>venue</em> konser di Jakarta.</p>



<p>Artinya, keputusan pemerintah bukan menciptakan pasar baru, tapi memperbesar yang sudah ada.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Mesin Baru untuk Industri MICE</strong></h3>



<p>Dari perspektif industri, terutama MICE (<em>Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions</em>), konser K-Pop adalah “<em>gold mine</em>” yang selama ini belum dimaksimalkan secara strategis.</p>



<p>Satu konser besar bisa menggerakkan rantai ekonomi yang panjang, mulai dari <em>venue</em>, rantai produksi, <em>ticketing</em>, hotel, transportasi, F&amp;B, hingga UMKM di sekitar lokasi. Berbagai laporan industri menunjukkan bahwa konser skala stadion bisa menyedot puluhan ribu penonton, dengan perputaran uang mencapai ratusan miliar rupiah dalam satu <em>event</em>.</p>



<p>Belum lagi efek turunan seperti okupansi hotel yang melonjak, penerbangan tambahan, hingga lonjakan transaksi digital di area <em>venue</em>.</p>



<p>Dengan kata lain, konser bukan lagi sekadar <em>event</em> hiburan, tapi sudah masuk kategori <em>economic driver</em>.</p>



<p>Namun, di titik ini juga muncul PR klasik: apakah infrastruktur Indonesia sudah siap?</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Venue Besar, Tapi Belum Konsisten</strong></h3>



<p>Indonesia sebenarnya tidak kekurangan <em>venue</em>, misalnya saja GBK, JIS, ICE BSD, hingga beberapa <em>convention center</em> di kota besar lainnya. Namun, masalahnya bukan sekadar kapasitas, melainkan konsistensi standar internasional.</p>



<p>Promotor global butuh kepastian dari teknis produksi, <em>load-in load-out</em>, keamanan, sampai akses transportasi. Sementara di Indonesia, pengalaman konser masih sering “untung-untungan” hari ini lancar, besok bisa <em>chaos</em>.</p>



<p>Jika pemerintah serius menjadikan konser sebagai bagian dari strategi diplomasi dan ekonomi, peningkatan jumlah <em>event</em> harus diiringi dengan pembenahan ekosistem. Kalau tidak, Indonesia hanya akan jadi pasar, bukan pemain.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Siapa yang Paling Untung?</strong></h3>



<p>Di atas kertas, semua pihak terlihat diuntungkan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Fans dapat lebih banyak konser</li>



<li>Promotor dapat peluang bisnis</li>



<li>Pemerintah dapat perputaran ekonomi</li>
</ul>



<p>Namun, kalau ditarik lebih dalam, keuntungan terbesar masih berpotensi lari ke luar, ke agensi, manajemen artis, dan ekosistem industri Korea itu sendiri.</p>



<p>Indonesia baru benar-benar “menang” jika momentum ini dipakai untuk meningkatkan kapasitas promotor lokal, memperkuat <em>venue management</em>, dan mendorong ekspor budaya sendiri.</p>



<p>Tanpa itu, kita hanya jadi penonton yang membayar mahal di rumah sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Antara Euforia dan Strategi</strong></h3>



<p>Rencana menambah konser K-Pop memang terdengar seperti angin segar. Namun, untuk industri <em>event</em>, ini bukan sekadar kabar hiburan, melainkan sinyal arah kebijakan.</p>



<p>Pertanyaannya sekarang bukan lagi berapa banyak <em>idol</em> yang akan datang, tapi sejauh mana Indonesia siap naik kelas dari sekadar market menjadi hub.</p>



<p>Karena kalau tidak, diplomasi K-Pop ini akan berhenti di satu hal saja, tiket <em>sold out</em> dan <em>venue</em> penuh, tapi nilai strategisnya lewat begitu saja.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/feature/diplomasi-k-pop-prabowo-dari-meja-negosiasi-ke-panggung-konser-siapa-sebenarnya-diuntungkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44648</post-id>	</item>
		<item>
		<title>26 Galeri Seni Siap Tampil di Art Jakarta Gardens 2026</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/26-galeri-seni-siap-tampil-di-art-jakarta-gardens-2026/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/26-galeri-seni-siap-tampil-di-art-jakarta-gardens-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bonita Ningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 09:43:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Art Jakarta Gardens]]></category>
		<category><![CDATA[Art Jakarta Gardens 2026]]></category>
		<category><![CDATA[event jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44646</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com &#8211; Art Jakarta Gardens edisi kelima akan segera digelar pada 5 hingga 10 Mei 2026 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Acara ini menjadi agenda tahunan Art Jakarta yang dikenal sebagai pameran seni kontemporer atau pekan seni bertaraf internasional.&#160; Art Jakarta Gardens hadir pertama kali pada tahun 2022 sebagai bentuk inovatif dalam menggairahkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jakarta, <a href="http://venuemagz.com">Venuemagz.com</a> &#8211; Art Jakarta Gardens edisi kelima akan segera digelar pada 5 hingga 10 Mei 2026 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Acara ini menjadi agenda tahunan Art Jakarta yang dikenal sebagai pameran seni kontemporer atau pekan seni bertaraf internasional.&nbsp;</p>



<p>Art Jakarta Gardens hadir pertama kali pada tahun 2022 sebagai bentuk inovatif dalam menggairahkan kembali seni rupa tanah air akibat pandemi Covid-19. Dengan konsep yang segar, pekan seni ini hadir dengan cara baru yaitu memadukan presentasi seni di dalam dan luar ruangan.</p>



<p>Pada penyelenggaraan tahun ini, Art Jakarta Gardens akan menampilkan 26 galeri seni dari dalam negeri maupun kawasan Asia. Galeri yang akan berpartisipasi berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Bali, Kuala Lumpur Malaysia, Seoul, hingga Taipei.</p>



<p>Puluhan galeri seni tersebut akan membawakan karya-karya terbaiknya di dalam dua tenda utama. Semantara itu, untuk karya patung dalam segmen <em>Sculpture Garden</em> akan tersebar di area taman Hutan Kota by Plataran.&nbsp;</p>



<p>“Total ada 29 seniman dan 31 karya patung yang akan ditampilkan dalam pekan seni ini,” kata Enin Supriyanto selaku Direktur Artistik dalam media <em>gathering </em>Art Jakarta Gardens 2026 di ARTOTEL Thamrin, Jakarta.</p>



<p>Memanfaatkan lanskap hijau Hutan Kota by Plataran, segmen Sculpture Garden akan menampilkan puluhan karya patung dari seluruh peserta galeri. Mayoritas karya patung merupakan karya seniman Indonesia seperti Sunaryo, Nyoman Nuarta, Tisna Sanjaya, Arkiv Vilmansa, Adi Gunawan, Redy Rahadian, Naufal Abshar, dan masih banyak lagi.&nbsp;</p>



<p><br>“Kehadiran karya patung ini menjadi daya tarik utama sekaligus pengalaman khas yang terus dinantikan publik. Apalagi, ini menjadi satu-satunya program rangkaian Art Jakarta yang secara khusus berfokus pada patung di luar ruangan,” jelasnya.&nbsp;</p>



<p>Selain karya seni, Art Jakarta Gardens 2026 kembali menyuguhkan sejumlah program publik yang akan menghidupkan suasana pengunjung saat berada di area pameran. Beberapa programnya adalah penampilan musik, seni <em>performans</em>, dan diskusi yang akan memperkaya pengalaman artistik di ruang publik sekaligus mendorong keberlanjutan komunitas seni dan kreatif lokal.</p>



<p>“Art Jakarta Gardens sudah menjadi pelantar atau <em>platform </em>kegiatan seni rupa dengan karakternya yang khas yaitu pameran seni rupa terpadu di area taman terbuka, disertai pentas musik dan pertunjukan lain,” ucap Enin lagi.</p>



<p>Sebelumnya, pihaknya telah berhasil menggelar Art Jakarta Papers untuk pertama kalinya pada Februari 2026. Dengan rangkaian kegiatan ini, Art Jakarta diharapkan dapat memperkuat dinamika pasar seni rupa Indonesia di kancah internasional.</p>



<p>“Setiap rangkaian kegiatan memiliki praktik dan jenis karya yang sungguh beragam. Ini semua kita lakukan agar dapat memperkenalkan berbagai karya seni ke peminat dan publik yang beragam juga,” tutupnya.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan program acara dapat diakses melalui akun Instagram @artjakarta dan situs resmi artjakarta.com.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/26-galeri-seni-siap-tampil-di-art-jakarta-gardens-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44646</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Promo BCA tiket.com Travel Fair 2026 ke Hong Kong Cuma Rp3 Jutaan</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/promo-bca-tiket-com-travel-fair-2026-ke-hong-kong-cuma-rp3-jutaan/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/promo-bca-tiket-com-travel-fair-2026-ke-hong-kong-cuma-rp3-jutaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bonita Ningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 08:37:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44638</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com &#8211; Dalam hitungan hari, BCA tiket.com Travel Fair 2026 akan kembali digelar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin berlibur di dalam maupun luar negeri. Pameran perjalanan ini akan hadir pada tanggal 1–3 Mei 2026 di Main Atrium Gandaria City, Jakarta.&#160; Pameran hasil kolaborasi BCA dan tiket.com ini akan menghadirkan banyak promo spesial bagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jakarta, <a href="http://venuemagz.com">Venuemagz.com</a> &#8211; Dalam hitungan hari, BCA tiket.com Travel Fair 2026 akan kembali digelar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin berlibur di dalam maupun luar negeri. Pameran perjalanan ini akan hadir pada tanggal 1–3 Mei 2026 di Main Atrium Gandaria City, Jakarta.&nbsp;</p>



<p>Pameran hasil kolaborasi BCA dan tiket.com ini akan menghadirkan banyak promo spesial bagi para pengunjung. Para pengunjung akan ditawarkan harga terbaik dari tiket pesawat, akomodasi, hingga berbagai pilihan aktivitas wisata baik domestik maupun internasional. Semua promo hadir dalam satu ekosistem yang terintegrasi.</p>



<p>Selama tiga hari, pengunjung bisa mendapatkan harga tiket pesawat internasional terbaik di bawah Rp5 juta. Beberapa promo terbaik yang ditawarkan adalah Jakarta-Hong Kong mulai dari Rp3,9 juta, Jakarta-Seoul mulai dari Rp5,2 juta, hingga Jakarta-Tokyo mulai dari Rp5,2 juta. Harga tersebut merupakan tiket perjalanan pulang pergi (<em>return</em>).&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Sedangkan, untuk promo tiket pesawat domestik yang ditawarkan adalah Jakarta-Yogyakarta mulai dari Rp700 ribuan, Jakarta-Bali mulai dari Rp1,1 juta, serta Jakarta-Surabaya mulai dari Rp1,09 juta. Harga tersebut merupakan tiket perjalanan sekali jalan.</p>



<p>Lalu ada promo pemesanan hotel domestik maupun internasional untuk bintang empat. Hotel Bandung ditawarkan mulai dari Rp381 ribuan, Jakarta mulai dari Rp500 ribu, Bangkok mulai dari Rp566 ribuan, hingga Singapura mulai dari Rp1 jutaan.</p>



<p>Berbagai aktivitas wisata (<em>To Do</em>) domestik dan internasional juga ditawarkan dengan harga khusus seperti Dufan Ancol (promo paket bertiga) mulai dari Rp515 ribu. Kemudian tiket masuk Taman Safari Indonesia mulai dari Rp220 ribuan, Universal Studios Singapore mulai dari Rp989 ribuan, serta Tokyo Disney Resort mulai dari Rp994 ribuan.</p>



<p>“Melalui BCA tiket.com Travel Fair 2026, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah, tetapi juga mendapatkan harga terbaik dari setiap transaksi. Dengan berbagai penawaran menarik, opsi pembayaran yang semakin lengkap, serta pengalaman ‘Dibantu Pesan, Lebih Hemat’ yang bisa dirasakan langsung di lokasi, kami mengajak masyarakat untuk hadir dan memanfaatkan momentum ini untuk mewujudkan rencana liburan mereka secara lebih cerdas dan optimal,” jelas Gaery Undarsa, Co-founder &amp; Chief Marketing Officer tiket.com.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/promo-bca-tiket-com-travel-fair-2026-ke-hong-kong-cuma-rp3-jutaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44638</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BCA tiket.com Travel Fair 2026 Hadirkan Solusi Liburan Hemat dan Terencana</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/bca-tiket-com-travel-fair-2026-hadirkan-solusi-liburan-hemat-dan-terencana/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/bca-tiket-com-travel-fair-2026-hadirkan-solusi-liburan-hemat-dan-terencana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bonita Ningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 08:21:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[BCA tiket.com Travel Fair 2026]]></category>
		<category><![CDATA[event jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[promo tiket pesawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44633</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com &#8211; Setelah sukses menarik lebih dari 10.000 pengunjung pada 2025, BCA tiket.com Travel Fair akan kembali hadir dengan penawaran terbaik di tahun ini. BCA tiket.com Travel Fair hadir pada tanggal 1–3 Mei 2026 di Main Atrium Gandaria City, Jakarta.&#160; Ajang ini merupakan pameran perjalanan wisata yang terselenggara atas kolaborasi antara BCA dan tiket.com. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jakarta, <a href="http://venuemagz.com">Venuemagz.com</a> &#8211; Setelah sukses menarik lebih dari 10.000 pengunjung pada 2025, BCA tiket.com Travel Fair akan kembali hadir dengan penawaran terbaik di tahun ini. BCA tiket.com Travel Fair hadir pada tanggal 1–3 Mei 2026 di Main Atrium Gandaria City, Jakarta.&nbsp;</p>



<p>Ajang ini merupakan pameran perjalanan wisata yang terselenggara atas kolaborasi antara BCA dan tiket.com. Ajang ini digelar untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam merencanakan liburan yang lebih hemat dan terencana, khususnya menjelang libur panjang.&nbsp;</p>



<p>“Minat masyarakat untuk berwisata tetap tinggi, namun kini semakin diiringi dengan kebutuhan untuk mengatur pengeluaran secara lebih bijak. Melalui BCA tiket.com Travel Fair 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang memudahkan pengguna dalam merencanakan perjalanan sekaligus memaksimalkan nilai dari setiap transaksi yang mereka keluarkan,” jelas Gaery Undarsa Co-founder &amp; Chief Marketing Officer tiket.com.</p>



<p>Melihat tren tersebut, BCA dan tiket.com menghadirkan berbagai penawaran yang dirancang untuk membantu masyarakat memaksimalkan anggaran perjalanan mereka. Berbagai penawaran telah disiapkan selama tiga hari untuk membantu calon <em>traveler </em>dalam menemukan destinasi pilihannya serta mengatur anggarannya.</p>



<p>Beberapa benefit yang dapat diterima para pengunjung adalah <em>instant cashback </em>hingga Rp2 juta, cicilan 0 persen dengan kartu kredit BCA, tambahan hingga 3x Blibli Tiket Points serta <em>upgrade</em> ke Diamond <em>membership</em>. Selain itu, ada tambahan opsi kartu pembayaran bagi pemegang Kartu Kredit BCA Blibli Mastercard untuk turut menikmati benefit serupa.&nbsp;</p>



<p>Gaery mengatakan opsi pembayaran ditambahkan pada tahun ini untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna dalam mendapatkan penawaran perjalanan terbaik. Pengguna diharapkan dapat menikmati berbagai keuntungan seperti <em>cashback</em>, <em>rewards</em>, hingga peningkatan <em>membership </em>secara lebih optimal dalam satu akun ekosistem.</p>



<p>“Melalui BCA tiket.com Travel Fair 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang memudahkan pengguna dalam merencanakan perjalanan sekaligus memaksimalkan nilai dari setiap transaksi,” ujar Gaery lagi.</p>



<p>BCA tiket.com Travel Fair 2026 juga mendorong masyarakat untuk lebih siap secara finansial sebelum melakukan perjalanan. Salah satu caranya melalui pemanfaatan peningkatan limit kartu kredit BCA serta berbagai penawaran pre-<em>booking</em> yang memungkinkan pengguna mengamankan tiket lebih awal.&nbsp;</p>



<p>Bagi masyarakat yang belum memiliki kartu kredit, tersedia juga kesempatan untuk melakukan pengajuan kartu kredit BCA tiket.com Mastercard lebih awal. Hal ini dilakukan agar pengunjung pameran dapat menikmati berbagai benefit yang ditawarkan selama periode program berlangsung.</p>



<p>Norisa, Executive Vice President Transaction Banking Business Development PT Bank Central Asia Tbk menjelaskan keuntungan yang didapat saat menggunakan kartu kredit BCA selama pameran berlangsung. Beberapa di antaranya adalah<em>instant cashback</em> hingga Rp2 juta, Cicilan bunga 0%, dan masih banyak lainnya. </p>



<p>“Perjalanan <em>traveling </em>kini telah menjadi kebutuhan gaya hidup yang esensial untuk meningkatkan kualitas hidup. Sejalan dengan komitmen ‘Senantiasa di Sisi Nasabah’, BCA terus menghadirkan ekosistem pembayaran yang aman dan relevan. Oleh sebabnya, kami menghadirkan ragam fleksibilitas Kartu Kredit BCA sebagai solusi bagi nasabah untuk merencanakan liburan secara lebih cerdas,” ucap Norisa.</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/bca-tiket-com-travel-fair-2026-hadirkan-solusi-liburan-hemat-dan-terencana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44633</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertarungan Tiga Raksasa Pameran Bahari</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/pertarungan-tiga-raksasa-pameran-bahari/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/pertarungan-tiga-raksasa-pameran-bahari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 07:55:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Diving Resort Travel Expo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44632</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com – Jakarta di pengujung April 2026 berubah menjadi kiblat bagi para pencinta wisata bahari dan kelautan. Bayangkan saja, dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, tiga raksasa pameran wisata bahari mengepung ibu kota. Ketiga pameran tersebut adalah Diving Resort Travel Expo di ICE BSD pada 17-19 April 2026, lalu Deep and Extreme Indonesia yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jakarta, Venuemagz.com – Jakarta di pengujung April 2026 berubah menjadi kiblat bagi para pencinta wisata bahari dan kelautan. Bayangkan saja, dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, tiga raksasa pameran wisata bahari mengepung ibu kota.</p>



<p>Ketiga pameran tersebut adalah Diving Resort Travel Expo di ICE BSD pada 17-19 April 2026, lalu Deep and Extreme Indonesia yang diselenggarakan di Hall B Jakarta International Convention Center pada 23-26 April 2026, serta Marine Action Expo yang diselenggarakan di Balai Kartini pada 24-26 April 2026.</p>



<p>Diadakannya ketiga pameran tersebut menandakan bahwa industri pameran Indonesia masih sangat sehat. Selain itu, Indonesia dengan populasi 280 juta jiwa juga menunjukkan bahwa Indonesia menjadi pasar yang sangat kuat tidak hanya di tingkat domestik, tapi juga secara internasional.</p>



<p><strong>Surga bagi Pemburu Diskon, Efisiensi bagi Wisatawan</strong></p>



<p>Bagi para pengunjung, terutama mereka yang terbang dari luar kota atau mancanegara, fenomena &#8220;pameran beruntun&#8221; ini adalah berkah efisiensi. Sekali mendayung, dua-tiga pameran terlampaui. Mereka bisa membandingkan harga regulator terbaru atau paket <em>liveaboard</em> di Raja Ampat dari satu aula ke aula lainnya dalam satu paket perjalanan.</p>



<p>Efek samping yang paling manis tentu saja perang harga. Kedekatan lokasi memaksa para <em>exhibitor</em> untuk &#8220;berdarah-darah&#8221; memberikan promo, diskon gila-gilaan, hingga bonus tambahan. Logikanya sederhana: jangan sampai calon pembeli pindah ke pameran sebelah hanya karena beda harga tipis.</p>



<p><strong>Kanibalisme Pengunjung dan Peserta</strong></p>



<p>Namun, di balik gemerlap lampu <em>booth</em>, ada mendung yang membayangi para peserta pameran. Penyelenggaraan yang terlalu mepet memicu risiko &#8220;kanibalisme&#8221; pengunjung. Dengan anggaran belanja yang terbatas, konsumen cenderung hanya memilih satu acara yang dianggap paling prestisius, meninggalkan pameran lainnya dengan lorong-lorong yang sepi. Imbasnya? Penjualan peserta pameran jauh dari kata maksimal.</p>



<p>Bagi <em>brand</em> besar, fenomena ini adalah dilema operasional. Ada semacam beban moral untuk hadir di ketiga titik sekaligus demi menjaga gengsi agar tidak dianggap &#8220;tenggelam&#8221; oleh kompetitor. Padahal, biaya sewa <em>booth</em>, mobilisasi SDM, dan logistik dalam periode yang sangat padat ini menguras kantong perusahaan cukup dalam.</p>



<p><strong>Antara Bisnis dan Etika</strong></p>



<p>Melihat fenomena ini, Hosea Andreas Runkat, Ketua Umum ASPERAPI, mengakui bahwa di ASPERAPI ada peraturan yang mengatur supaya <em>event organizer</em> tidak mengadakan <em>event</em> yang sama dan diadakan berdekatan. Tujuannya jelas, yaitu agar sesama penyelenggara acara tidak saling “memakan” di kategori yang sama.</p>



<p>&#8220;Tapi kita tidak bisa memaksakan, karena di mana-mana bisnis memang seperti itu,&#8221; ujar sosok yang akrab disapa Andre ini.</p>



<p>Bagi Andre, kunci utama dari hiruk-pikuk industri pameran ini bukanlah pelarangan, melainkan kesadaran kolektif.</p>



<p>“Yang penting, etikanya dijaga. Dijarakin waktu penyelenggaraannya. Itu yang kita edukasi,&#8221; tutupnya.</p>



<p>Kini, bola panas ada di tangan penyelenggara. Apakah mereka akan terus beradu jadwal demi berebut pasar, atau mulai mengatur ritme agar industri bahari ini tetap bisa bernapas panjang tanpa harus saling menghadang?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/pertarungan-tiga-raksasa-pameran-bahari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44632</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
