「レーゾンデートル 」

What would it take for me to wake and walk through the world as who I am?

Roleplaying purpose only · All rights reserved
Best viewed in desktop · DO NOT HEAVILY REFERENCE

DISCLAIMER.

The following character is a work of fiction authored by GIN. Names, characters, and incidents in this account are purely the result of creative imagination. No association with real persons, living or deceased, or actual places is intended or should be inferred. Any resemblance is coincidental. It's important to note that Murayama Shion's narrative contains elements of VIOLENCE, FAMILY ISSUES, MINOR CHARACTER DEATH. Reader discretion is advised.


TABLE OF CONTENTS.


WRITER'S NOTE.*

  1. Akun ini tidak berafiliasi dengan Chen Fei Yu (陈飞宇) ataupun TH Entertainment secara langsung. Tujuan pembuatan akun ini hanya untuk keperluan menulis dan bermain peran. Saya sebagai penulis memiliki hak penuh atas tulisan dan pemikiran yang dikemukakan oleh Murayama Shion.
  2. Murayama Shion adalah karakter fiktif yang dibuat oleh penulis dengan inisial #GIN. Kesamaan nama, tempat, waktu, dan peristiwa hanyalah kebetulan belaka.
  3. Interaksi dan penulisan dilakukan dalam bahasa Indonesia, maka diharapkan penulis lain juga menggunakan bahasa yang sama saat berinteraksi dengan Murayama Shion.
  4. DILARANG KERAS UNTUK MELAKUKAN GODMODDING, METAGAMING, DAN POWERGAMING TERHADAP MURAYAMA SHION. IZIN HARUS DIPEROLEH LEBIH DULU APABILA HENDAK MELAKUKAN HAL TERSEBUT. Saya tidak akan sungkan untuk menegur bila penulis (dan/atau karakter milik penulis) melakukannya terhadap Murayama Shion.
  5. Saya selalu terbuka untuk diskusi mengenai tawaran menulis bersama.
  6. Perlu diingat bahwa akun ini berlabel NSFW atau NOT SAFE FOR WORK dalam kategori berikut: VIOLENCE, FAMILY ISSUES, MINOR CHARACTER DEATH.
  7. Special shoutout kepada Yang Terhormat HAN untuk ide-ide kreatifnya saat mengusung kisah Keluarga Murayama. Tanpa Yth. HAN, Murayama Shion tidak akan hadir. (Mengelap ingus). Terima kasih juga untuk referensi dan izinnya mengenai rentry. (Memeperkan ingus kepadamu dengan penuh kasih sayang).
  8. Akun ini tidak akan selalu bersifat IC atau in-character. Sebaliknya, akun ini akan bersifat OOC atau out of character di sebagian besar kesempatan. Bahkan, di beberapa waktu tertentu, akun ini akan melakukan keduanya secara bersamaan; IC dan OOC. Namun begitu, saya sebagai penulis akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan penanda jika Murayama Shion tengah dalam mode OOC. Adapun penanda yang akan ada di akun ini adalah sebagai berikut.
Penanda Keterangan
"Lorem ipsum" / Lorem ipsum in-character
[ Lorem ipsum ] out of character dan/atau mundane talk
GIN. Lorem ipsum atau W/N. Lorem ipsum mundane talk

**「いのちの食べ方」 **

Do words ever reach a point of retirement, I wonder? Don't they get worn out from everyday use? Same words. The same. All the same.


⠀⠀ ⠀⠀
Nama Lengkap 村山紫苑 (Murayama Shion)
Nama Panggilan Shion
Pronouns He/Him
Tempat, Tanggal Lahir Matsue, Prefektur Shimane, Chūgoku, Jepang, 3 Juli 2000
Golongan Darah B
Orientasi Seksual Panseksual
Agama Shintō
Kewarganegaraan Jepang
Pendidikan Terakhir Bachelor in Psychology, Shimane University
Pekerjaan Market Researcher

**「その先の君を」 **

I'm a master of speaking silently—all my life I've spoken silently and I've lived through entire tragedies in silence.


DI DUNIA INI hanya ada tiga hal yang tidak akan pernah berbohong; anak panah, anotasi buku, dan surat dari orang asing. Tiga hal tersebut adalah bagian dari dirinya; adalah apa-apa yang ia kenali dan melekat pada dirinya selama ia hidup. Murayama Shion memiliki caranya sendiri untuk mengartikan apa itu hidup dan mengaitkannya ke tiga hal yang disebutkan sebelumnya. Lagi pula, setidaknya, sejauh ini, Shion belum pernah dikecewakan oleh pendiriannya tersebut.

矢声! THE LIFE OF A MAN IS AN ARROW'S FLIGHT.

Di dalam olahraga panahan tradisional Jepang—Kyudo, ada teknik khusus bagi Kyudoka untuk menembakkan anak panah; Shaho-Hassetsu (The Eight Stages of Shooting). Rangkaian proses tersebut saling berkesinambungan dan memiliki filosofi di baliknya. Ada persiapan yang harus dilalui supaya seorang Kyudoka bisa menarik busur panah dengan posisi yang benar. Hal yang menyusul setelahnya adalah menembakkan anak panah ke target. Sekali anak panah diluncurkan, tidak ada lagi yang dapat dilakukan oleh sang pemanah selain memaku fokus pada lajunya anak panah. Secara spesifik, rangkaian menarik busur dan menembak anak panah dianalogikan sebagai pengungkapan misteri; di mana berhasil atau tidaknya anak panah mencapai target. Anak panah tidak akan berbohong—anak panah yang diluncurkan secara langsung akan mengungkap Kyudoka di baliknya; apakah pemanah tersebut mampu atau tidak dan Shion sendiri sangat paham akan hal itu; bagaimana dia harus memahami esensi dari Kyudo, bagaimana dia harus berlatih keras bukan hanya untuk memanah dengan baik, namun juga untuk mengamalkan nilai-nilai filosofi Kyudo di kehidupan sehari-hari.

人生をたどる: A STORY WITHIN A STORY.

Setiap orang memiliki kebiasaan masing-masing saat membaca dan membuat anotasi di dalam buku adalah salah satunya. Menulis anotasi buku tidak hanya tentang meninggalkan jejak dan warisan pengalaman membaca di halaman buku, namun juga tentang memotret emosi yang dirasakan saat membaca alur cerita yang tidak terduga, atau mengabadikan perasaan saat membaca bagian dari kisah yang membekas. Satu yang pasti, membuat anotasi pada buku membutuhkan keberanian. Tidak semua orang berani untuk memenuhi buku-buku mereka dengan coretan atau catatan, tidak semua orang mampu untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan mereka di dalam sebuah buku. Anotasi buku akan mengungkapkan apa-apa yang tengah dialami pemilik buku lewat coretan-coretan atau catatan tempel yang ditinggalkannya di dalam buku. Si bungsu Murayama telah menyaksikan kisah di dalam kisah banyak manusia lewat anotasi buku. Sebagai contoh, rangkaian anotasi dari seorang perempuan dan seorang laki-laki yang terlambat menyatakan perasaannya kepada masing-masing lewat novel ‘Konya, Sekai Kara Kono Koi ga Kietemo’ ; ‘Even If This Love Disappears Tonight’ karya Ichijo Misaki, atau ketika seorang remaja membalas anotasi buku yang ditinggalkan oleh pemilik buku sebelumnya yang diselipkan di beberapa halaman novel ‘Namiya Zakkaten no Kiseki’ ; ‘Keajaiban Toko Kelontong Namiya’ karya Higashino Keigo. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang ditulis oleh remaja tersebut, namun di saat yang sama dia juga paham bahwa tanda tanya yang dia ajukan tiada akan dijawab oleh pemilik buku yang lama. Buku-buku dengan anotasinya tersebut Shion temukan di perpustakaan kota. Dari situ Shion menyimpulkan bahwa lewat anotasi buku, orang-orang berusaha jujur tentang dirinya sendiri.

よろしく、YOUR FRIEND.

Entah apa yang merasuki Shion pada hari itu; boleh jadi suara para jangkrik yang mengerik siang bolong saat musim panas, atau terik matahari yang menusuk kulit, atau suara teriakan Okaasan yang memerintahkan Shion untuk segera berangkat ke bimbel musim panas pada saat itu, tapi yang jelas Shion berterima kasih untuk apapun yang memengaruhinya untuk mencoba program menulis surat kepada orang asing yang ditawari oleh guru bimbelnya, Tsurugi Sensei. Beliau berdalih bahwa program tersebut bagus untuk melatih mengekspresikan diri dan mendapatkan teman baru. Tsurugi Sensei juga menjelaskan bahwa untuk surat pertama, Shion boleh menceritakan apapun yang ingin ditulis. Shion juga diberitahu bahwa dia tidak wajib untuk memberitahu nama aslinya dan bisa mengirimkan surat tersebut. Maka dia mengikuti arahan Tsurugi Sensei untuk membuka situs web untuk mencari teman pena. Siapa yang menyangka bahwa seminggu kemudian Shion sedang menulis surat kedua untuk sahabat penanya yang bernama Matsuri. Dari makanan kesukaan, hobi, bahkan rencana-rencana masa depan; Shion tidak pernah menyangka bahwa dia akan menceritakan banyak hal kepada siapapun sosok di balik nama pena Matsuri tersebut. Surat-surat dari Matsuri selalu tegas, lugas, namun bersahabat. Murayama Shion bukan seseorang yang naif, dia paham bahwa memercayai orang asing bukanlah keputusan yang bijak. Namun, Shion juga cukup berhati-hati untuk melakukannya. Ini hanyalah asumsi, namun Shion merasa cukup yakin bahwa apapun yang dikatakan oleh Matsuri kepadanya sejauh ini adalah benar. Setidaknya, selama ini, Shion belum pernah menemukan kejanggalan dari surat-surat yang dikirimkan oleh Matsuri. Shion dapat merasakan kejujuran Matsuri kepadanya.

Anak panah, anotasi buku, dan surat dari orang asing—tiga hal yang mengenalkan Shion kepada kejujuran, keberanian, bahkan keputusan-keputusan buruk; tiga hal yang memotret kebahagiaan dan kekecewaan Shion dan dunia; tiga hal yang mungkin, mungkin menjadi salah satu penunjuk arah yang cukup akurat sejauh ini. Anak panah, anotasi buku, dan surat dari orang asing—tiga hal yang bukan Keluarga Murayama; yang bukan orang tua juga bukan kakak-kakak dari Shion; yang bukan sosok-sosok dengan senyum palsu; yang bukan kebohongan.

Edit

Pub: 04 Dec 2023 15:35 UTC

Edit: 05 Dec 2023 10:45 UTC

Views: 649