PENERAPAN TPM MENGGUNAKAN OEE DAN SIX BIG LOSSES UNTUK MENGEVALUASI EFEKTIVITAS MESIN RING FRAME (STUDI KASUS : PT. XYZ)
Abstract
PT. XYZ, perusahaan pemintalan benang di Kabupaten Malang, mengalami masalah pada mesin Ring Frame yang memiliki tingkat Breakdown tinggi. Masalah utama meliputi komponen aus, kurangnya pelatihan operator, dan lingkungan kerja yang tidak stabil. Penelitian ini menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM) dengan pendekatan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses untuk mengukur kinerja mesin dan mengidentifikasi sumber kerugian. Hasilnya, nilai rata-rata OEE mencapai 86% (kategori world class), namun nilai availability hanya 89%, masih di bawah standar ideal karena tingginya downtime. Kerugian terbesar berasal dari idling & minor stoppages (78,70%), breakdown losses (11,68%) dan set up & adjustment losses (4,51%). Analisis fishbone mengelompokkan penyebab ke dalam lima faktor: mesin, manusia, metode, material, dan lingkungan. Rekomendasi perbaikan mencakup penerapan pilar TPM seperti autonomous maintenance, planned maintenance, focused improvement, pelatihan, serta peningkatan sistem manajemen kualitas dan keselamatan kerja





