Synopsis
A married couple stages their divorce in order to encourage their estranged adult children to return to their hometown.
A married couple stages their divorce in order to encourage their estranged adult children to return to their hometown.
Mata bengkak nangis sampe ingusan berat di bioskop. Aku ke toilet nyelesaikan nangisku😭 Ngeri-Ngeri Sedap dapat tepuk tangan 5 menit di dalam bioskop di Medan, studionya rame puolll, aku yakin yang nangis tersedu-sedu dalam bioskop ini orang-orang Batak yang relate sama gimana film ini nyeritain isu-isu di keluarga Batak juga. bangga kali aku jadi orang batak, nonton film yg dibuat orang batak, tentang keluarga batak, adatku diangkat secara realistis dan persis kayak keluarga kami di kampung. Aku jadi rindu sama kampung oppungku di Sipolha, persis pemandangannya kayak rumah Pak Domu.
Kalo udah kekgini, gak mungkin aku gak pulang jumpai bapakku besok. Rindu kali sumpah sama bapak-mamakku abis nonton ini. tiap hari kubilang sama bapakku "ayah kalo uangku banyak, kita beli rumah kita…
Ketika banyak teman media dan pengulas film ramai-ramai melabeli NGERI-NGERI SEDAP-nya Beni Dion sebagai salah satu film terbaik Indonesia sejauh ini di 2022, ada sedikit rasa curiga dan was-was. Pertanyaannya adalah, apakah kegembiraan yang tertuang di sosmed mereka hanyalah sekedar euforia dari penonton undangan yang sungkan? Dan ketika akhirnya saya yang juga termakan review manis mereka berkesempatan membuktikannya sendiri di hari dan di jam pertunjukam pertama NGERI-NGERI SEDAP, saya senang ternyata kecurigaan saya salah besar.
Ya, kalaupun nanti pada akhirnya tak memberi cap NGERI-NGERI SEDAP sebagai film Indonesia terbaik so far tahun ini bukan berarti ia adalah film yg buruk, tidak, sama sekali jauh dari itu. Harus diakui pasca sempat memesona di debut penyutradaraanya di GHOST WRITER, saya gak menyangka…
Aku awalnya gamau nangis tetep nangis juga 😭 Sebagai orang batak, aku ngerasa kek lagi nonton keluarga sendiri. Dari becandaan yang relate, konflik keluarga, tuntutan adat, budaya patriarki yang diangkat. Sampe persepsi masyarakat batak tentang pekerjaan yang “ideal” terus pertanyaan semacam "Kau mau kawin sama yang bukan orang Batak?!" We've all been there!
Terus aku ngeliat rumah Pak Domu dan Mak Domu itu kek aku ngeliat rumah orangtua ku di kampung wkwk. Ada kalender toko mas, poto perjamuan kudus, gelas dan piring duralex, tudung saji yang di gantung di dinding wkwk, terus kursi nya kursi Jepara, terus pas di kamar Sarma ada handbody Viva yang sekarang udah ga dijual lagi keknya wkwk. Kami juga kalo pas pulang kampung persis kek…
There's a difference between "going home" and "coming home". One of them is a childhood home, and the other is the place where the person felt "truly" at home even if they're not in their childhood home. And in Ngeri-Ngeri Sedap, those children said "going home" a lot even when they're already in their childhood home.
A home in which surrounded by the beautiful scenery of Lake Toba, turns out lies this horrific patriarchy system that disrupts this family. There's pride that needs to be maintained for the sake "family's dignity", when in reality that dignity almost tore the family apart.
Bene Dion crafts this film as if he really understood the true nature of a family -- a Bataknese…
"Kalo anak berkembang, orang tua pun harus ikut berkembang. Jadi orang tua itu gak ada tamatnya, harus terus belajar."
1 jam pertama : Capek ngakak kocak 🤣
1 jam kedua : Capek ngusep mata 😢
Padahal nonton di studio gw cuman belasan orang tapi tawanya gerrrrrrr, gimana kalo full dah...
Selama nonton ini jadi inget mamaku yg seringkali ngomong kalo di masa tua nanti anak-anaknya udah pada sukses dan tinggal terpisah akan lupa sama dia.
Saya doakan bang Bene Dion kelak bakal jadi sutradara yg sukses karena ya udah terbukti bgt kualitas penceritaan dan penyutradaraannya.
FYI, Bene udah punya ide cerita ini dari 8 tahun lalu...
Jadi apa definisi pulang itu? Kenapa ketika balik rantau justru itu yang mereka sebut dengan 'pulang'???
Nangis banget waktu Sarma meluapkan yang dia rasa sebagai anak perempuan di keluarganya :"""
Pengen ku peluk Bapak ku 😭 kadang suka kasar memang cungur ku karena gak tau nya aku apa isi hati dia. Aku makasih kali sama monolog Sahat bilang kalo dia gapernah dapat pembelajaran untuk mendengar dari Bapaknya. Itu lah yang aku rasakan. Di sisi lain aku jadi mengerti apa sebab itu semua dari adegan Bapaknya mengakui kalo dia cuma belajar cara membesarkan anak dari cara dia dibesarkan.
Lebar kali ketawa ku di bioskop. Jelek kali pula nangis ku. Gak bisa lagi kubendung karena memang pandai kali orang-orang ini buat film. Pernah ku tengok betul di kampung ku saksang dibagi-bagi pake ember. NYATA memang tiap detail di film ini. Bagus ku pindahkan aja arisan pomparan Opung ku ke bioskop ya, biar nonton orang itu semua, gak mau aku nangis sendiri. 😤
it's funny and heartbreaking in all the right places. no i'm not, you're crying! 😭😭😭
..
ps: ternyata benar yang dibilang orang-orang kalau adat dan budaya suku batak emang gak jauh beda sama adat dan budaya suku toraja, makanya nambah relate banget hihihi!!
"Kubuang Mimpiku Dek... "
Sangat seru menonton film ini, apalagi bareng Emak saya yang juga keturunan Batak. Sambil menonton film ini saya juga sambil bertanya-tanya tentang hal - hal yang saya tidak mengerti terkait dengan Adat istiadat Suku batak Kepada Emak saya, seperti penggunaan panggilan namboru, nanguda, dan kepada siapa panggilan itu dipakai. keuntungannya yaitu mendapatkan sebuah pengetahuan baru dari Adat ini karena selama ini saya tidak pernah Bertanya kepada emak saya terkait akan hal itu. Film yang menyenangkan dari awal hingga akhir. Banyak sekali nilai-nilai kehidupan disini dan Pesan Pesan Moral yang sangat berharga tersampaikan kepada Para penontonnya. Akting dari para Pemainnya juga sangat solid dan sangat mendalami perannya masing - masing ditambah dialog-dialog antar permainnya yang cerdas. Tidak…
NGERI NGERI SEDAP adalah Film Indonesia favorit saya tahun ini dengan paket lengkap kuat di Drama dan Komedi!
Film ini punya kekuatan yg kuat di cerita ditunjang oleh ansambel cast yg sangat baik dan tampil sesuai porsinya.
Panggung utama ada di Arswendi Bening dan Tika Panggabean tampil sangat baik keduanya dengan chemistry yg kuat.
Bene Dion, sutradara filmnya tau bagaimana meramu film ini dengan unsur komedi dan drama yg baik.
Film ini dibuat dengan hati tanpa berusaha tampil lucu dan dramatik, justru tampil apa adanya yg bener-bener lucu dan menyentuh.
Sebagai orang yg bukan asli Batak pun saya bisa merasa relate dan cocok dengan gaya komedinya.
Risetnya tentang kehidupan orang batak, penggambaran orangtuanya dan masalah anak-anak bataknya terdeskipsi dengan baik dan on-point.
Luar biasa!