Menonton karena ditarik teman. Awalnya nggak ada niat untuk ikut meramaikan box office Agak Laen, melihat respon-respon terhadap kritiknya, melihat banyak orang tone deaf yang membelanya, melihat banyak self-proclaim 'komedian' yang menepuk pundak satu sama lain tentang film ini. Tapi di sini lah aku sekarang, sudah nonton, sudah bayar, setidaknya berhak menyampaikan kritik ini sekarang.
Menonton di malam 24 Februari, teater di Bandung masih cukup penuh. Rating 13+nya mengundang semua khalayak; sekumpulan anak SMA, pasangan-pasangan muda, rombongan ibu-ibu satu seragam, seorang bapak membawa anak gadisnya—kelihatannya masih di bawah 10 tahun.
Lalu film dibuka dengan adegan sang karakter utama, laki-laki yang mengenakan daster dan wig di atas tong lempar nyebur, dan tokoh Ge Pamungkas melempar bola dengan akurat dan terus menenggelamkannya.…